Berita

Guru Besar Politik Islam Global FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Din Syamsuddin (Foto: Dokumen RMOL)

Politik

Din Syamsuddin: Upaya Indonesia Jadi Mediator AS–Iran Adalah Mimpi

JUMAT, 06 MARET 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai mediator konflik antara Amerika Serikat  (AS) dan Iran merupakan langkah yang tidak realistis.

Guru Besar Politik Islam Global FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Din Syamsuddin mengatakan, kapasitas Indonesia untuk menjadi juru damai masih jauh dari memadai, baik dari sisi pengaruh politik maupun kepemimpinan nasional.

“Upaya Indonesia untuk menjadi mediator adalah mimpi,” kata Din kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026.


Menurutnya, selain pengaruh politik (political leverage) Indonesia yang rendah, kepemimpinannya tidak menampilkan kenegarawanan. Juga Indonesia terlanjur terjebak dan tersandera pada kepentingan sepihak lantaran bergabung Board of Peace (BoP) yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Ditambah lagi memilih pergi ke Iran (negara yang diserang) maka akan mudah dipersepsikan sebagai menyuarakan kepentingan Amerika Serikat dan Israel,” kata mantan Ketua Umum MUI ini.

Din juga mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak bermain-main dengan amanat konstitusi dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia.

Menurutnya, Kepala Negara harus kembali berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana dicontohkan para pemimpin terdahulu.

“Presiden Prabowo Subianto harus segera berpikir jernih, dan tidak bermain-main dengan amanat konstitusi menghapus segala bentuk penjajahan di muka bumi, serta melaksanakan politik luar negeri bebas aktif. Presiden Prabowo Subianto, berbeda dengan para pendahulunya khususnya Soekarno dan Soeharto, dapat dianggap bertindak nyeleneh dan inkonstitusional,” tegas Din.

Lebih jauh, Din mendesak Presiden Prabowo segera keluar dari inisiatif perdamaian Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Maka tidak ada pilihan lain bagi Presiden Prabowo Subianto kecuali segera keluar dari Board of Peace dan kembali ke khittah kenegaraan Indonesia sejati,” tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya