Berita

Ilustrasi (Foto: Babbe)

Bisnis

OJK Tindak Tegas Manipulasi Pasar Modal: Skandal IPO hingga Jeratan Influencer

JUMAT, 06 MARET 2026 | 10:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah agresif diambil oleh regulator pasar modal Indonesia sejak awal 2026 dalam memberantas berbagai praktik curang di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Fokus penindakan menyasar pada berbagai modus, mulai dari skema goreng saham, penyalahgunaan rekening nominee, kecurangan saat IPO, hingga dampak negatif dari rekomendasi influencer di media sosial.

Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mendalami 32 kasus pelanggaran. 


Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, , menyatakan bahwa investigasi ini ditujukan untuk mengungkap pelanggaran berat yang melibatkan berbagai elemen pasar.

"Jika dalam proses pendalaman ditemukan adanya unsur pelanggaran, termasuk jika ada keterlibatan influencer, maka OJK akan berkomitmen menerapkan sanksi secara terukur kepada para pihak dimaksud," tegas Hasan, di Jakarta, dikutip Jumat 6 Maret 2026. 

Aksi nyata terbaru terlihat saat OJK bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan penggeledahan di kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) yang berlokasi di SCBD, Jakarta.

Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan, Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, menjelaskan bahwa tindakan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana pasar modal.

"Berdasarkan hasil penyidikan kami terhadap PT yang bersangkutan, ini korporasinya masih terlibat. Jadi penyidikan yang sedang berjalan ini kita kuatkan dengan mencari bukti-bukti lain di PT MASI," kata Daniel. 

Kasus ini mencakup dugaan manipulasi informasi material, ketidakjujuran pelaporan pihak afiliasi dalam fixed allotment IPO, serta penggunaan dana IPO yang menyimpang. 

Skandal ini juga menyeret nama ASS (beneficial owner PT Berkah Beton Sadaya Tbk/BEBS) dan MWK (mantan Direktur Investment Banking PT MASI), serta korporasi PT MASI sendiri.

Modus yang terdeteksi meliputi; insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu.

"Sekitar ada 2 miliar lembar saham dengan harga sekitar Rp7.000 sekian. Totalnya sekitar Rp14 triliun sampai Rp14,5 triliun dan saat ini sudah kami freeze untuk sementara," tambah Bolly.

Sebagai catatan, BEBS melantai di BEI pada Maret 2021 dengan harga perdana Rp100 per saham. Pasca-IPO, harga sahamnya meroket hingga melakukan stock split 1:5. 

Di titik puncaknya, harga saham BEBS setara dengan Rp7.450 (sebelum pemecahan), menciptakan potensi nilai transaksi fantastis mencapai Rp14,7 triliun.

OJK menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil final investigasi, seraya memastikan bahwa setiap pelanggaran akan dijatuhi sanksi dan denda sesuai undang-undang yang berlaku.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya