Berita

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

KAMIS, 05 MARET 2026 | 23:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Konflik di Timur Tengah itu bahkan berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan merespons meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, terutama setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam operasi gabungan Israel dan AS.

"Saya melihat perang ini tidak akan selesai dalam empat minggu atau satu bulan ke depan karena sudah berapa pemimpin mereka (Iran) yang dibunuh, tidak ada tanda-tanda melemah," ujar Luhut dikutip dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Kamis, 5 Maret 2026.


Mantan Menko Marves ini menilai Iran memiliki daya tahan nasional yang kuat. Ia mencontohkan bagaimana negara tersebut mampu bertahan menghadapi embargo internasional selama hampir empat dekade tanpa menunjukkan tanda-tanda melemah.

“Kalau melihat spiritnya rakyat Iran ini, kita lihat dia embargo hampir 4 dekade, dia tidak pernah goyang gitu. Bangsa Iran ini bangsa yang tidak pernah dijajah ribuan tahun. Dan kalau kita lihat sejarahnya, bangsa ini fighter. Saya tidak tahu apakah Amerika juga mestinya sih melihat ini dengan cermat,” tuturnya.

Meski demikian, Luhut mengakui eskalasi serangan dalam beberapa waktu terakhir mulai menurun. Namun, kondisi itu belum tentu menandakan konflik akan segera berakhir.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang akan menentukan arah konflik tersebut. Pertama, apakah AS berhasil menghancurkan seluruh sistem persenjataan Iran. Kedua, kemungkinan terjadinya perubahan rezim di negara tersebut.

“Nah itu yang menjadi kunci. Pertama, kalau tadi semua sistem persenjataan mereka bisa dihancurkan. Roketnya, drone-nya, produksi lainnya. Aspek kedua adalah, bisa enggak pergantian rezim,” jelas dia.

“Kalau itu tidak terjadi, maka perang ini akan berkepanjangan,” tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya