Berita

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

ART Dijadikan Direktur Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq

Jadi Penampung Uang Korupsi
KAMIS, 05 MARET 2026 | 18:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dengan memanfaatkan perusahaan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) sebagai tempat penampungan aliran dana hasil korupsi.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, uang yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi tidak diberikan langsung kepada Fadia, melainkan terlebih dahulu masuk ke perusahaan tersebut.

Menurut Asep, pola ini membuat aliran uang seolah terputus sehingga perlu penelusuran lebih jauh oleh penyidik.


"Jadi orang kalau mau memberikan sesuatu dalam hal ini kepada saudara FAR (Fadia Arafiq) terkait korupsi itu tidak langsung ke FAR. Tapi ke RNB itu. Dari RNB itu dari Rul Bayatun selaku direktur akan tarik tunai lalu diberikan," kata Asep kepada wartawan, Kamis 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, penyidik harus menelusuri transaksi dari rekening perusahaan hingga penarikan tunai untuk memastikan aliran uang tersebut benar-benar berujung kepada Fadia.

"Memang harus ada bukti-bukti pendukung yang mengarah pada bahwa uang-uang tersebut ternyata diserahkan kepada FAR, keterangan dari Rul, bukti tarik tunai dan lain-lain," jelas Asep.

Untuk memperkuat pembuktian, KPK juga berkoordinasi dengan pihak perbankan guna melacak aktivitas transaksi di rekening perusahaan tersebut.

"Kami berkomunikasi dan berkoordinasi dengan perbankan, artinya dari akun-akun yang dimiliki PT RNB kami lihat tarik tunai kapan, di mana dan kami konfirmasi ke saksi," ujar Asep.

Ia menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara, direktur PT RNB bernama Rul Bayatun mengaku menarik uang dari rekening perusahaan atas perintah Fadia.

Asep menambahkan, kontrol terhadap rekening perusahaan sebenarnya juga berada di tangan Fadia. Rul hanya menjalankan perintah untuk menarik uang ketika diminta.

Dalam beberapa kasus, uang yang ditarik tidak langsung diberikan kepada Fadia, melainkan melalui orang kepercayaannya seperti ajudan sehingga aliran dana menjadi semakin berlapis.

"Sehingga layeringnya semakin banyak, semakin jauh, sehingga kita harus menyusuri uang itu menjadi lebih banyak orang yang harus kita mintai keterangan," kata Asep.

Lebih lanjut, Asep juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa sosok Rul yang menjabat sebagai direktur PT RNB diduga hanyalah orang kepercayaan yang ditempatkan untuk mengurus administrasi perusahaan.

Bahkan berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, Rul disebut merupakan asisten rumah tangga (ART) milik Fadia.

"Iya, kemarin juga kalau info terakhir yang kita dapat itu dia nyebutnya ART gitu ya. ART-nya FAR," ungkap Asep.

Menurutnya, keberadaan Rul sebagai direktur baru terungkap setelah penyidik menelusuri dokumen perusahaan dan data administrasi hukum umum (AHU).

"Makanya untung kita bisa telusuri dokumen perusahaan, dokumen AHU karena jadi awal dibentuk oleh ASH bersama putranya gitu," pungkas Asep.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya