Ketua Umum MUI Anwar Iskandar (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengundang sejumlah tokoh agama RI untuk berbuka puasa di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan RMOL di Istana, sekitar pukul 16.00 WIB, sudah mulai berdatangan sejumlah tokoh agama seperti Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid.
"Buka puasa bersama," ujar Ketum MUI saat baru tiba di halaman Istana.
Sementara itu, Nusron Wahid memastikan seluruh ketua umum organisasi masyarakat (ormas) Islam dan pimpinan pondok pesantren RI diundang dalam acara tersebut.
"Ya nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," paparnya.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar sebelumnya juga mengonfirmasi rencana gelaran bukber Presiden dengan para ulama usai menghadiri rapat di Istana hari Rabu, 4 Februari 2026.
"Bapak presiden mengundang tokoh-tokoh agama ulama untuk buka puasa besok, ya alhamdulillah seperti biasa seperti yang diundang itu tokoh-tokoh agama, ya ormas-ormas islam, pimpinan-pimpinan pondok sesuai kapasitas yang ditampung oleh ruangan yang ada," kata dia kepada awak media usai pertemuan.
Pada kesempatan itu, Menag turut melaporkan kepada Presiden, kesiapan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang tahun ini berpotensi digelar bersamaan.
Menurutnya, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali guna mencari jalan tengah agar kedua momentum keagamaan tetap berjalan khidmat tanpa saling mengganggu.
Disepakati bahwa takbiran di hari lebaran diperbolehkan berkumandang, tetapi diminta untuk tidak menggunakan sound system di jam 06.00 sampai jam 09.00.
“Alhamdulillah kami melapor kepada Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh di bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan nyepi," pungkasnya.