Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto: RMOL/Jamaludin)
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, perusahaan keluarga Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq tersebut diduga tidak hanya terlibat dalam pengaturan proyek, tetapi juga berperan sebagai sarana untuk menampung dan mengalirkan uang hasil tindak pidana korupsi.
"Ketika perusahaan ini hanya digunakan sebagai sarana untuk korupsi, tentu nanti bisa ditetapkan korporasi, seperti itu," kata Asep seperti dikutip RMOL, Kamis 5 Maret 2026.
Populer
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Senin, 25 Mei 2026 | 23:14
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33
UPDATE
Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11
Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10
Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02
Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11