Berita

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)

Nusantara

Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Industri Hijau Jadi Kunci Efisiensi Produksi

KAMIS, 05 MARET 2026 | 13:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Transformasi industri nasional kini tidak lagi sekadar mengejar angka produksi, melainkan mulai bergeser fokus pada keseimbangan ekosistem melalui penerapan prinsip industri hijau. 

Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang tengah memperkuat fondasi ini dengan menyediakan layanan sertifikasi dan standardisasi yang dirancang untuk membantu para pelaku manufaktur beralih ke pola operasional yang lebih berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa efisiensi sumber daya dan produksi ramah lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memperkuat struktur industri nasional. 


“Pemerintah terus mendorong pelaku industri untuk menerapkan prinsip efisiensi sumber daya dan produksi ramah lingkungan secara konsisten sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 5 Maret 2026. 

Menurutnya, penerapan prinsip hijau ini menjadi strategi krusial untuk meningkatkan daya saing global sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara konsisten. Hal ini mencakup optimalisasi penggunaan energi, air, hingga bahan baku guna menekan dampak negatif dari proses produksi.

Di lapangan, BSPJI Padang berperan sebagai garda depan yang memberikan pengakuan formal melalui Sertifikasi Industri Hijau. Sertifikasi ini menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari industri semen Portland, pupuk NPK padat, air mineral, karet remah, hingga minyak goreng sawit. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap tahapan produksi dilakukan secara terukur dan akuntabel sesuai standar yang berlaku.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari melihat standardisasi ini sebagai instrumen untuk memberikan kepastian bagi industri, sementara Kepala BSPJI Padang Dindin Syafruddin menyatakan kesiapan pihaknya dalam melakukan pendampingan teknis. 

Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam bentuk kualitas lingkungan yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya