Berita

Vladimir Zhirinovsky (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Vice News)

Dunia

Ramalan Tokoh Rusia Muncul Lagi di Tengah Ketegangan Timur Tengah

KAMIS, 05 MARET 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ramalan mendiang politisi Rusia, Vladimir Zhirinovsky, kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Ia pernah memperingatkan bahwa eskalasi yang melibatkan Iran bisa memicu Perang Dunia III.

Pernyataan itu pertama kali disampaikan pada 2022, tak lama setelah konflik Rusia-Ukraina memanas. Dalam sebuah rekaman video, Zhirinovsky mengatakan bahwa dunia terlalu fokus pada Ukraina dan mengabaikan potensi ledakan konflik di Timur Tengah.

“Anda tidak memperhitungkan situasi di Timur Tengah. Akan ada peristiwa yang membuat semua orang lupa apa itu Ukraina,” ujar Zhirinovsky dalam video tersebut, dikutip dari RT, Kamis 5 Maret 2026.


“Masalahnya adalah tentang Perang Dunia Ketiga,” tambahnya, seraya menyebut Iran sebagai titik rawan utama.

Peringatan itu kembali viral setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Washington dan Tel Aviv menyatakan operasi militer tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran membantah tuduhan itu dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Dalam prediksinya, Zhirinovsky menyebut Israel kemungkinan akan menyerang fasilitas nuklir Iran, yang kemudian memicu serangan balasan cepat dari Teheran. Situasi tersebut, menurutnya, bisa menjadi alasan bagi Amerika Serikat untuk ikut campur dan melancarkan kampanye pengeboman besar-besaran.

“Iran bukanlah Vietnam, bukan pula Korea Utara atau Kosovo. Di sinilah peristiwa paling mengerikan bisa terjadi,” tambahnya.

Sejak Sabtu, ketegangan terus meningkat. Serangan rudal dan drone dilaporkan terjadi di wilayah Iran, Israel, hingga kawasan Teluk. Korban jiwa disebut telah mencapai lebih dari 1.200 orang. Israel juga meningkatkan serangannya ke Lebanon setelah Hizbullah meluncurkan roket sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran dalam serangan sebelumnya.

Situasi ini turut berdampak pada jalur energi global. Respons Iran disebut mengganggu pengiriman minyak mentah dan gas alam cair melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya