Berita

Kondisi TKP di Kampung Warung Tiwu RT 002 RW 016, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, KBB mendadak gempar dengan penemuan jenazah ASA 12 tahun yang tewas oleh kakak tirinya sendiri. (Foto: RMOLJabar/Alvin Iskandar)

Presisi

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

KAMIS, 05 MARET 2026 | 03:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tragedi berdarah mengguncang Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seorang bocah sekolah dasar berinisial ASA (12) ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya sendiri pada Selasa, 3 Maret 2026.

Korban yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di lantai dua rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban tertutup kasur.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adiputra mengatakan, peristiwa pembunuhan tersebut terungkap saat jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri yang pulang ke rumah dan merasa curiga melihat kondisi rumah yang berantakan.


"Korban ditemukan oleh orang tuanya sendiri di rumahnya di Kampung Warung Tiwu RT 002 RW 016, Desa Cipatat. Saat ditemukan, korban berada di lantai dua dalam kondisi tertutup kasur dan sudah meninggal dunia," kata Niko dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 4 Maret 2026.

Lanjut dia, kecurigaan sang ibu muncul saat melihat posisi kasur di lantai dua terlihat tidak wajar, seolah menutupi sesuatu. Saat kasur tersebut dibuka, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh penuh luka.

"Ketika kasur dibuka, korban sudah bersimbah darah dan dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.

Polisi yang menerima laporan langsung menurunkan tim INAFIS Polres Cimahi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, ia menyebutkan, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh akibat serangan senjata tajam.

"Korban mengalami luka gorokan di leher, kemudian ada luka tusukan dua kali di bagian belakang, serta luka sayatan di pergelangan tangan atau di bagian nadi," jelasnya.

Berdasarkan penyelidikan polisi, ia menuturkan, pelaku pembunuhan diketahui merupakan kakak tiri korban berinisial MZ (28).

Pelaku diketahui telah menikah dan tinggal di wilayah Cianjur. Pada hari kejadian, pelaku sengaja datang ke rumah orang tuanya di Cipatat.

Namun saat tiba di rumah, kedua orang tua korban sedang tidak berada di tempat karena bekerja. Saat itu hanya korban yang berada di dalam rumah.

"Pelaku datang ke rumah orang tuanya untuk bertemu. Namun saat datang, orang tuanya tidak ada di rumah dan hanya ada korban," ucapnya. 

Pelaku kemudian menuju bagian belakang rumah yang terdapat bekas bangunan lama. Di lokasi tersebut, pelaku menemukan sebuah parang yang kemudian digunakan untuk menyerang korban.

"Pelaku masuk ke belakang rumah yang ada bekas bangunan lama. Di situ ditemukan parang dan langsung digunakan untuk melukai korban," bebernya.

Disampaikan Niko, menurut pengakuan pelaku kepada penyidik, korban pertama kali diserang dengan cara digorok di bagian leher, kemudian ditusuk dua kali di bagian punggung, dan disayat di bagian pergelangan tangan.

Setelah melakukan aksinya, pelaku menutupi tubuh korban menggunakan kasur sebelum meninggalkan rumah.

"Setelah korban dilukai, tubuh korban langsung ditutup dengan kasur oleh pelaku," ujarnya.

Berdasarkan hasil olah TKP awal, polisi menduga sempat terjadi perlawanan dari korban. Namun tidak ditemukan luka pada tubuh pelaku.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, tidak ditemukan luka sama sekali di tubuhnya," terangnya.

Selain itu, ia menjelaskan, polisi juga menemukan indikasi adanya barang milik korban yang hilang dari rumah tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan pencarian barang tersebut.

"Ada barang milik korban yang hilang dan saat ini masih kami lakukan pencarian," tuturnya.

Dipaparkan Niko, beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk tetangga yang sempat melihat pelaku masuk ke rumah korban sebelum kejadian.

"Saksi tetangga melihat pelaku masuk ke rumah. Mereka cukup mengetahui kondisi lingkungan sekitar rumah korban," tegasnya.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Cianjur. Namun dalam waktu kurang dari 1x24 jam, aparat Satreskrim Polres Cimahi bersama Polsek Cipatat berhasil menangkap pelaku.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pembunuhan tersebut.

"Atas perbuatannya, pelaku kami jerat dengan Pasal 458 ayat (3), Pasal 459, dan Pasal 469 ayat (2) KUHP serta Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara hingga 20 tahun," tandasnya.

Kasus pembunuhan bocah yang menggemparkan warga Cipatat ini masih terus didalami polisi untuk mengungkap secara utuh motif serta rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian tragis korban.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya