Berita

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

RABU, 04 MARET 2026 | 19:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu mengaku tidak menerima informasi soal Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap saat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Asep mengatakan, selama memantau jalannya operasi dari posko, tim di lapangan terus berkomunikasi secara langsung. Namun tidak ada laporan bahwa penangkapan Fadia terjadi saat bersama gubernur.

"Tidak ada informasi seperti itu," kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.


Asep menjelaskan, tim penyelidik sempat kehilangan jejak Fadia saat proses pengejaran. Namun keberadaannya kembali terdeteksi ketika kendaraan yang digunakan berhenti di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

"Nah itu (ditangkap di) SPKLU. Dia sedang ngecas," kata Asep.

Sebelumnya, saat hendak menjalani penahanan di Rutan KPK, Fadia membantah dirinya terjaring OTT KPK. Ia bahkan mengklaim saat penangkapan sedang berada di rumah bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

"Mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apapun barang serupiah pun demi Allah nggak ada," kata Fadia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu siang, 4 Maret 2026.

Fadia juga menjelaskan pertemuannya dengan Ahmad Luthfi hanya untuk menyampaikan izin ketidakhadirannya dalam sebuah kegiatan.

"Nggak membahas, izin bahwa saya besok nggak bisa hadir acara MBG gitu," ungkap Fadia.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya