Berita

Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu 4 Maret 2026. (Foto: Tangkap layar siaran langsung Youtube BMKG)

Nusantara

BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Kering dan Panjang

RABU, 04 MARET 2026 | 16:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi musim kemarau tahun 2026.

Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani mengatakan, La Nina yang berlangsung sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari tahun 2026, sehingga akan segera masuk musim kemarau yang prediksinya akan dialami sebagian besar wilayah Indonesia.

"Untuk awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal atau maju, yaitu di 325 Zona Musim atau 46,5 persen dari keseluruhan zona musim," kata Faisal dikutip melalui siaran langsung BMKG di Youtube, Rabu 4 Maret 2026.


"Dan ada yang prediksinya datangnya sama dengan normalnya, yaitu di 173 Zona Musim atau 23,7 persen," sambungnya.

Dia merinci, prediksi periode masuk musim kemarau terbagi menjadi tiga fase yaitu di April, Mei, dan Juni 2026 diawali dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.

"?April ada 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3% dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia sejumlah 699.
?Mei qda 184 Zona Musim atau 26,3% dari keseluruhan jumlah zona musim.
?Juni 2026 zebanyak 163 Zona Musim atau 23,3% dari seluruh wilayah Indonesia," urainya.

Di samping itu, Faisal juga mengklasifikasi wilayah yang memasuki puncak musim kemarau lebih dulu dibanding tahun-tahun sebelumnya dalam rentang 30 tahun terakhir.

"Bahwa puncak musim kemarau di Indonesia sebagian besar diprediksi terjadi lebih awal atau maju, yaitu di 410 Zona Musim atau 58,7 persen," sambungnya.

Berkaitan dengan itu, untuk sifat musim kemarau terpantau mencatatkan akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu di 451 Zona Musim atau 64,5 persen.

"Tapi diprediksi (curah hujannya) pada kategori bawah normal, atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya," tuturnya.

Lebih lanjut, Faisal memastikan masa musim kemarau yang terjadi pada tahun 2026 ini, sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 Zona Musim (57,2%) diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. 

"Jadi ini perlu dicatat bahwa musim kemarau yang akan kita hadapi di tahun 2026 itu akan lebih panjang dari normalnya," demikian Faisal.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya