Berita

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Inilah 14 Orang yang Terjaring OTT KPK terkait Bupati Pekalongan

Termasuk Anak Fadia Arafiq
RABU, 04 MARET 2026 | 15:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, penindakan tersebut dilakukan pada 2-3 Maret 2026 di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

"Terhadap peristiwa tertangkap tangan pada tanggal 2 sampai 3 Maret 2026, KPK selanjutnya mengamankan empat belas orang di sejumlah lokasi," kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu 4 Maret 2026.


Sebanyak 10 orang diamankan pada Senin, 2 Maret 2026 di wilayah Pekalongan, yakni Rul Bayatun selaku Direktur PT Raja Nusantara Berjaya, Anggi selaku staf bupati, Berlin selaku staf bupati, Dewi selaku staf bupati, Mohammad Yulian Akbar selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan.

Selanjutnya, Ryan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kesesi Pekalongan, Herman selaku Kepala Bagian Umum Setda Pemkab Pekalongan, Budi Rahmulyo selaku Camat Karanganyar, Mudiarso selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pekalongan, dan Aulia selaku ajudan Bupati.

Selanjutnya pada Selasa dinihari, 3 Maret 2026, KPK mengamankan 3 orang di Semarang, yakni Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan periode 2021-2026 dan 2025-2030, Siti Hani selaku Kabag di Pemkab Pekalongan atau orang kepercayaan Bupati, dan Lutfia Azahro selaku ajudan Bupati.

"Satu orang lainnya datang ke kantor KPK di Jakarta, setelah dihubungi oleh tim KPK, yaitu saudara MSA (Muhammad Sabiq Ashraff) selaku Direktur PT RNB tahun 2022-2024 dan anggota DPRD Pekalongan sekaligus anak Bupati," pungkas Asep.

Dari hasil OTT itu, KPK selanjutnya menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal dalam kasus tindak pidana korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan TA 2023-2026.

Fadia Arafiq disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12B UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 127 Ayat 1 UU 1/2023 tentang KUHP.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya