Berita

Kolaborasi program pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. (Foto: Dok. BNI)

Bisnis

BNI Dukung Pembiayaan Rumah Rakyat

RABU, 04 MARET 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmen dukungan pembiayaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui partisipasi Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Singkawang, Kalimantan Barat.

Total 500 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 300 nasabah PNM dan 200 peserta BNI. Mereka mencakup pelaku UMKM, 48 pengembang perumahan, mitra toko bangunan, serta masyarakat calon penerima manfaat.

“Sektor perumahan bukan sekadar penyediaan tempat tinggal, tetapi fondasi terbentuknya keluarga yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing,” ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Commercial & SME, BNI Andy Yusdiman, Rabu, (4/3/2026). 


Sejumlah pejabat turut menghadiri agenda tersebut, antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta anggota DPR RI Lasarus.

Melalui skema Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pemerintah menghadirkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai salah satu bank penyalur utama, BNI berkomitmen memperkuat implementasi program melalui peningkatan pemahaman produk di jaringan kantor, perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembang, serta kolaborasi aktif dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Andy menambahkan, dampak pembiayaan perumahan tidak hanya mendorong kepemilikan rumah, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok sektor konstruksi dan UMKM di daerah.

BNI juga menghadirkan dukungan layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI untuk memudahkan nasabah dalam pembayaran cicilan, transaksi, hingga pemantauan kondisi keuangan secara aman dan cepat.

“Program ini bukan semata soal pembiayaan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial melalui kepemilikan rumah yang layak. Kami optimistis target pembangunan tiga juta rumah dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya