Berita

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana (Dokumentasi Istimewa)

Presisi

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Densus 88 Perkuat Deteksi dan Pencegahan Teror di Dalam Negeri

RABU, 04 MARET 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri meningkatkan pengawasan terhadap jaringan terorisme, khususnya di Indonesia, menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan pihaknya mengantisipasi potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

“Densus 88 turut meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Mayndra, Rabu, 4 Maret 2026.


Menurutnya, konflik global saat ini tidak hanya melibatkan sejumlah negara, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang terafiliasi dengan jaringan teror. Karena itu, langkah pengawasan dan deteksi dini perlu diperkuat guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar Densus 88 mempertahankan capaian zero terrorist attack, khususnya menjelang momentum Lebaran 2026.

Polri saat ini masih memantau 13.252 orang yang masuk dalam radar pengawasan. Di tengah dinamika konflik global, potensi ancaman dinilai tetap ada dan harus diantisipasi secara serius.

“Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran. Ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan, khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack,” kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK/STIK, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan jajaran intelijen, TNI, serta pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan dan pendataan ulang terhadap kelompok-kelompok teroris yang masih aktif dan dalam pengawasan aparat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya