Berita

Gedung Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS, BI Buka Suara

RABU, 04 MARET 2026 | 10:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan sempat bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per Dolar AS pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Tekanan ini dipicu sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah yang mendorong penguatan Dolar AS dan memicu arus keluar modal dari emerging markets.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus berada di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar.


Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan otoritas moneter tidak tinggal diam menghadapi gejolak eksternal.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah,” ujar Destry dalam keterangan resmi.

BI menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan dan seluruh instrumen stabilisasi guna menjaga meredam volatilitas Rupiah agar tidak menembus level psikologis yang lebih dalam.

“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” jelasnya.

Secara pergerakan, pelemahan Rupiah masih dinilai sejalan dengan mata uang regional. Secara month to date (MTD), Rupiah tercatat melemah 0,51 persen dan disebut relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan.

Di sisi fundamental, BI memastikan ketahanan eksternal Indonesia tetap solid. Cadangan devisa pada akhir Januari 2026 tercatat sebesar 154,6 miliar Dolar AS. 

Sementara itu, arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sepanjang 2026 telah mencapai Rp25,7 triliun.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah pagi ini berada di Rp16.901 per dolar AS atau melemah 0,17 persen.

Mata uang Garuda itu bahkan sempat menyentuh Rp16.929 per Dolar AS di pasar spot dan terus bergerak mendekati level Rp17.000 per Dolar AS.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya