Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni (Foto: Dok. Fraksi Nasdem)

Politik

Pemerintah Wajib Jamin Keselamatan Jemaah Umrah

RABU, 04 MARET 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Eskalasi konflik regional yang berujung pada penutupan sejumlah wilayah udara memicu gangguan serius terhadap penerbangan internasional, termasuk perjalanan ribuan jemaah umrah asal Indonesia.

Sejumlah jadwal penerbangan dibatalkan maupun ditunda secara mendadak, mengakibatkan para jemaah tertahan di beberapa bandara transit dan diliputi ketidakpastian terkait waktu kepulangan ke Tanah Air.

Lebih dari 58 ribu jemaah dilaporkan terdampak situasi perang. Sejumlah titik transit internasional seperti Doha dan Dubai menjadi lokasi penumpukan penumpang akibat perubahan rute dan pembatalan penerbangan. 


Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, mengingat sebagian besar jemaah merupakan lansia yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi kesehatan dan kenyamanan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menegaskan bahwa dalam situasi krisis seperti sekarang, negara tidak boleh hanya menjadi pengamat. Pemerintah wajib hadir secara nyata untuk memastikan keselamatan seluruh jemaah Indonesia di luar negeri.

“Keselamatan jemaah adalah harga mati. Negara harus hadir secara konkret, bukan sekadar imbauan. Pemerintah wajib memastikan setiap jemaah terlindungi, aman, dan tidak terlantar dalam kondisi apa pun,” tegas Lisda dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menekankan kehadiran pemerintah harus terlihat dalam bentuk pengawasan langsung, koordinasi aktif antar kementerian, serta penempatan petugas di titik-titik transit. 

Kementerian Haji dan Umroh, Kementerian Luar Negeri, dan otoritas perwakilan RI di luar negeri diminta memperkuat sinergi guna memastikan seluruh jemaah dalam kondisi terdata dan terpantau.

Selain aspek keselamatan, Lisda memberi perhatian serius pada ketersediaan logistik. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar jemaah, mulai dari konsumsi, air minum, hingga tempat istirahat yang layak, harus dipenuhi tanpa membebani biaya tambahan kepada para jemaah.

“Jangan sampai ada jemaah yang kekurangan makanan, air, atau harus tidur tanpa kepastian fasilitas. Logistik harus dijamin sepenuhnya. Ini tanggung jawab bersama antara pemerintah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan,” ujarnya.

Tak hanya itu, aspek layanan kesehatan juga menjadi sorotan utama. Lisda meminta agar tim medis atau akses layanan kesehatan darurat disiapkan di titik-titik transit, mengingat banyak jemaah berusia lanjut yang rentan mengalami kelelahan, dehidrasi, atau gangguan kesehatan lainnya akibat perjalanan panjang dan penantian yang tidak menentu.

“Pemerintah harus memastikan ada akses pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, dan pendampingan medis. Jangan menunggu sampai ada kondisi darurat baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting,” katanya lagi.

Ia juga mendesak adanya protokol krisis yang jelas dan terukur terkait jadwal pemulangan. Kepastian waktu menjadi hal yang sangat penting, bukan hanya bagi jemaah yang berada di luar negeri, tetapi juga bagi keluarga mereka di Indonesia yang terus menanti kabar.

Dalam skenario terburuk jika situasi belum membaik, Lisda mendorong pemerintah menyiapkan solusi darurat, termasuk opsi penambahan penerbangan, pengalihan rute alternatif, atau skema evakuasi bertahap yang terencana dengan matang dalam waktu sesingkat mungkin.

Transparansi informasi, menurutnya, menjadi bagian dari bentuk kehadiran negara. Pemerintah harus memberikan pembaruan resmi secara berkala agar tidak muncul kepanikan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Lisda memastikan Komisi VIII DPR akan terus mengawal langkah pemerintah dalam menangani persoalan ini. Ia berharap seluruh jemaah umrah asal Indonesia dapat segera kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, serta mendapatkan perlindungan penuh sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam setiap situasi darurat.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya