Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran France24)

Politik

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

RABU, 04 MARET 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, atas serangan terhadap Iran yang disebut menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah warga sipil.

Ketua Umum Pimpinan Pusat KB PII, Nasrullah Larada, menyatakan bahwa Trump dan Netanyahu tidak layak menjadi pemimpin dunia karena tindakan yang dinilainya sebagai kejahatan moral, termasuk serangan terhadap sekolah dan warga sipil di Iran.

“Trump dan Netanyahu layak disebut sebagai bandit peradaban dunia karena telah memporak-porandakan hukum dan tatanan peradaban internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 4 Maret 2026.


Ia menilai Iran bukan pihak yang memicu ketegangan di Timur Tengah yang masih berlangsung hingga kini. Menurutnya, negara tersebut telah menempuh proses perundingan dengan Amerika Serikat tanpa melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.

“Karena itu, apa yang dilakukan Trump dan Netanyahu yang berbuntut pada perang berkepanjangan di Timur Tengah merupakan bentuk kejahatan terhadap peradaban,” katanya.

Nasrullah juga meminta otoritas internasional, dalam hal ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap kedua negara tersebut.

Ia menyebut, serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah serta serangan militer Iran ke posisi strategis Israel merupakan tindakan yang konstitusional dan sah menurut hukum internasional karena dilakukan dalam rangka mempertahankan kedaulatan.

“Sebaliknya, Trump dan Israel jelas-jelas melanggar hukum dan merusak tatanan internasional. Agresi militer ilegal mereka menjadi penyebab konflik yang berpotensi berkepanjangan,” sambungnya.

Lebih lanjut, KB PII menyerukan negara-negara Islam di Timur Tengah untuk bersatu menolak segala bentuk pembunuhan massal melalui agresi militer yang dilakukan Trump dan Netanyahu.

“Trump dan Netanyahu layak disebut bandit peradaban dunia. Negara-negara Islam harus bersatu memberikan pelajaran kepada keduanya,” tutup Nasrullah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya