Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

RABU, 04 MARET 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Asia mayoritas dibuka melemah pada Rabu, 4 Maret 2026, terseret gelombang aksi jual di tengah meningkatnya perang di Timur Tengah. 

Kekhawatiran investor terhadap dampak konflik terhadap pasokan energi dan stabilitas ekonomi global membuat pasar saham di kawasan bergerak di zona merah.

Dikutip dari CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 7,24 persen, memperpanjang penurunan tajam sehari sebelumnya yang menjadi yang terburuk dalam 19 bulan terakhir. Tekanan jual juga melanda pasar lain di kawasan. 


Di Australia, indeks ASX 200 dibuka turun 1,81 persen, sementara indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,59 persen dan Topix terkoreksi 1,61 persen.

Di Hong Kong, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Index berada di level 25.448, lebih rendah dibanding penutupan terakhir di 25.768,08. Sementara itu, pasar saham India dan China daratan sempat berada dalam jeda perdagangan siang.

Selain tekanan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan agenda penting di China, yakni pertemuan parlemen tahunan yang dikenal sebagai “Two Sessions”. Forum ini mencakup Kongres Konsultatif Politik Rakyat China dan pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC). 

Perdana Menteri China, Li Qiang, dijadwalkan mengumumkan target-target ekonomi terbaru pemerintah, yang akan menjadi acuan arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu tahun ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya