Berita

Menlu Sugiono (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Konflik Iran Memanas, 15 WNI Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan

RABU, 04 MARET 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah situasi keamanan yang terus memburuk di Iran, sebanyak 15 WNI menyatakan kesiapan untuk dievakuasi pemerintah melalui Azerbaijan sebagai langkah antisipatif.

Kabar itu diungkap oleh Menteri Luar Negeri Sugiono usai menghadiri usai menghadiri diskusi Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam, 4 Februari 2026. 

Sugiono menyampaikan telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk segera mengambil langkah konkret apabila terdapat WNI yang ingin dievakuasi.


“Tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” ujar Sugiono. 

Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran memastikan sedikitnya 15 WNI menyatakan kesiapan untuk dievakuasi. Proses pemindahan dilakukan melalui jalur darat menuju Kota Baku, Azerbaijan, sebelum selanjutnya dipulangkan ke Tanah Air.

"Evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat," tegas Menlu.

Namun demikian, Sugiono menekankan bahwa tidak seluruh WNI di wilayah terdampak memilih untuk meninggalkan Iran. 

Pemerintah menghormati keputusan masing-masing warga, sembari tetap membuka opsi evakuasi bertahap bagi mereka yang merasa perlu kembali ke Indonesia.

“Tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” lanjutnya.

Sugiono mengakui, situasi ke depan masih sulit diprediksi. Ia mengungkap arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah bersiap menghadapi segala kemungkinan.


“Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tuturnya. 

Di tengah langkah perlindungan WNI, diplomasi tetap berjalan. Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang berujung pada eskalasi militer dan kembali menegaskan komitmen untuk mendorong dialog.

“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” ucap Sugiono.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya