Berita

Marsma (Purn) Agung Sasongkojati (Foto: RMOL)

Dunia

Mitos Keamanan Teluk Runtuh, Pangkalan AS Jadi Magnet Rudal Iran

SELASA, 03 MARET 2026 | 20:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pakar pertahanan Marsma (Purn) Agung Sasongkojati menilai peta kekuatan kawasan teluk berubah permanen dan apa yang selama ini dipromosikan sebagai payung keamanan AS justru berbalik menjadi titik lemah strategis.

“Kita tidak lagi menyaksikan perang proksi, atau zona ‘Shadow War’, melainkan benturan langsung antar-negara (State-to-State Conflict) dengan intensitas yang melampaui Operasi Desert Storm 1991,” tegas Agung dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Selasa, 3 Februari 2026. 

Menurut dia, mitos supremasi udara konvensional yang selama ini diagungkan Pentagon dan Israeli Air Force runtuh bukan karena kalah duel udara, tetapi akibat kehancuran pangkalan. 


Serangan terhadap fasilitas seperti Ali Al Salem Air Base dan Al Udeid Air Base menunjukkan bahwa pangkalan AS kini menjadi sasaran empuk rudal hipersonik Iran.

“Mitos Keamanan Teluk: Negara-negara Arab sekarang sadar bahwa pangkalan AS bukan pelindung, melainkan magnet bagi Rudal Iran,” ujarnya.

Agung menekankan, keunggulan udara tidak ada artinya bila landasan pacu dan sistem radar dihancurkan lebih dulu. 

"Mitos Air Superiority AS dan Iron Dome Israel dan supremasi udara konvensional (Air Superiority) yang diagungkan selama dekade terakhir telah runtuh di bawah hujan drone dan rudal hipersonik Iran," paparnya.

Dia juga menyoroti insiden jatuhnya tiga F-15 akibat kegagalan sistem identifikasi kawan-lawan (IFF) sebagai kehancuran moril terbesar bagi kekuatan udara AS di Teluk

"Ini bukan sekadar kesalahan komunikasi, ini adalah kegagalan sistemik identifikasi (IFF) akibat electronic poisoning pihak ketiga. Pesawat kawan terbaca sebagai rudal musuh di layar operator radar yang sedang panik," kata dia.

Di sisi lain, Agung melihat upaya diplomatik Washington sebagai sinyal tekanan serius. Trump dilaporkan meminta Italia untuk menjadi mediator konfliknya dengan Iran. 

Menurut Agung, tindakan ini menjadi sinyal bahwa Trump sadar bahwa keterlibatan AS dalam perang Iran telah membakar stok rudal Tomahawk dan rudal hanud Patriot, bahkan menghabiskan cadangan yang seharusnya disiapkan untuk potensi konflik dengan China.

"Pentagon kini dalam posisi dilematis, melanjutkan perang di Timur Tengah berarti ibaratnya membiarkan diri mereka telanjang di depan China," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya