Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Kredit Bank Tembus Rp8.557 Triliun, Naik 9,96 Persen

SELASA, 03 MARET 2026 | 16:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Hingga Januari 2026, realisasi penyaluran kredit perbankan tercatat mencapai Rp8.557 triliun. Angka tersebut tumbuh 9,96 persen secara tahunan (you)

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 9,63 persen. 

“Pada Januari 2026, kredit tumbuh sebesar 9,96 persen year-on-year, menjadi sebesar Rp8.557 triliun, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen,” kata Dian dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.


Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat lonjakan tertinggi sebesar 22,38 persen. Kredit konsumsi tumbuh 6,58 persen, sedangkan kredit modal kerja meningkat 4,13 persen. Adapun kredit korporasi tumbuh 16,07 persen secara yoy.

Berdasarkan kelompok kepemilikan, kredit bank BUMN meningkat 13,43 persen. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) naik 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun, sedikit melambat dibandingkan Desember 2025 sebesar 13,83 persen.

“Dengan giro, deposito, dan tabungan, masing-masing tumbuh sebesar 19,75 persen, 12,61 persen, dan 8,27 persen year-on-year,” kata Dian.

Sementara itu likuiditas industri perbankan dinilai tetap memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (ALNCD) tercatat 121,23 persen, dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (ALDPK) berada di level 27,54 persen. Keduanya masih jauh di atas ambang batas masing-masing 50 persen dan 10 persen.

“Dan ini masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen,” sebut Dian.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 2,14 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen. Loan at Risk (LAR) berada di level 9,01 persen. Sementara itu, profitabilitas perbankan yang tercermin dari Return on Assets (ROA) tercatat 2,49 persen.

“Ketahanan perbankan juga tetap kuat, ini tercermin dari permodalan atau capital adequacy ratio sebesar 25,87 persen,” tandas Dian.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya