Berita

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani. (Foto: Website BMKG)

Nusantara

BMKG Ingatkan Warga di Sejumlah Daerah Waspada Bibit Siklon Tropis

SELASA, 03 MARET 2026 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca tidak normal di sejumlah derah, setelah mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, tiga bibit siklon tropis dideteksi dari pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta per pukul 07.00 WIB.

Dia menyebutkan, ketiga sistem yang saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan. 


"Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh," ujar Faisal dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Keberadaan fenomena alam tersebut, menurutnya, memicu potensi cuaca ekstrem seperri peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu, Faisal mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, agar dapat mencegah dampak yang dapat timbul akibat abnormalitas cuaca.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang," katanya mengingatkan.

"Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks)," demikian Faisal menambahkan.

Adapun dampak yang ditimbulkan dari aktifnya sistem dinamika atmosfer ini adalah terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. 

Serta potensi angin kencang di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya