Berita

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Nurul Arifin (Dokumen RMOL)

Politik

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

SELASA, 03 MARET 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah diminta memastikan data warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara terdampak konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran benar-benar akurat serta diperbarui secara berkala, sekaligus menyiapkan langkah evakuasi apabila situasi keamanan memburuk.

Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Nurul Arifin menegaskan, pendataan menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan, terutama dalam kondisi darurat.

“Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan seluruh KBRI harus memastikan data WNI benar-benar akurat dan diperbarui secara berkala. Pendataan ini menjadi kunci dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk jika sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi,” ujar Nurul dalam keterangannya, Selasa, 3 Maret 2026.


Ia menilai komunikasi antara WNI dan perwakilan RI di luar negeri perlu diperkuat, termasuk memastikan kanal informasi resmi dan hotline darurat aktif 24 jam untuk merespons perkembangan situasi di lapangan.

Menurut Nurul, pemerintah juga perlu menyiapkan skenario kontingensi secara menyeluruh, mulai dari pemetaan wilayah berisiko tinggi, identifikasi kelompok WNI yang rentan, hingga kesiapan jalur evakuasi melalui udara, laut, maupun darat jika konflik semakin meluas.

“Evakuasi harus sudah masuk dalam perencanaan sejak awal. Bukan berarti kita ingin situasi memburuk, tetapi dalam kondisi konflik, kesiapan adalah hal mutlak,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau WNI untuk menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah sementara waktu, termasuk perjalanan ibadah umrah, mengingat kondisi keamanan yang belum stabil. 

“Keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama. Jangan memaksakan perjalanan ketika situasi belum sepenuhnya aman,” ujar Nurul.

Komisi I DPR, lanjutnya, akan melakukan pengawasan terhadap kesiapan pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri. DPR juga menyatakan siap mendukung langkah yang diperlukan, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya