Berita

Forum internasional Board of Peace yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Setneg)

Politik

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

SELASA, 03 MARET 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Puluhan organisasi masyarakat sipil bersama akademikus dan tokoh publik menandatangani petisi yang menolak perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat serta keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP). Mereka juga menolak rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza tanpa mandat Dewan Keamanan PBB.

Koalisi tersebut menilai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan semangat menjaga perdamaian dunia.

Menanggapi hal itu, analis politik Adi Prayitno menilai sorotan terhadap keanggotaan Indonesia di BOP bukan tanpa alasan. Menurutnya, sejak awal sudah ada keraguan publik terhadap forum tersebut.


“Kenapa keanggotaan Indonesia dalam BOP disorot? Karena sejak awal banyak yang meragukan. Di situ ada Amerika, ada Israel, dan negara-negara lainnya yang sejak awal tidak pernah memiliki keberpihakan secara signifikan terkait kemerdekaan Palestina,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menyebut publik mempertanyakan peran konkret yang bisa dimainkan Indonesia di dalam BOP, mengingat komposisi anggotanya didominasi negara-negara besar.

“Publik bertanya-tanya apa yang bisa dimainkan Indonesia di BOP kalau yang ada di situ adalah negara-negara besar, Amerika khususnya dan sekutu utamanya Israel. Indonesia dalam banyak hal dianggap tidak equal dan tidak sejajar dalam konteks diplomasi politik internasional maupun militer oleh berbagai kalangan,” jelasnya.

Adi juga menyinggung bahwa bahkan negara-negara Eropa yang lebih maju pun kerap tidak digubris ketika menyerukan penghentian agresi.

“Jangankan Indonesia mau memberikan masukan. Negara-negara maju di Eropa sudah sejak lama mengimbau supaya tidak ada lagi invasi dan agresi yang dilakukan Israel yang ditopang Amerika. Tapi dalam praktiknya kita tahu, mereka seperti menutup mata, menutup hati dan pikiran dari imbauan bahwa perang bukan solusi,” katanya.

Karena itu, Adi mempertanyakan apakah pemerintah masih merasa pantas tetap menjadi bagian dari BOP setelah serangan Amerika dan Israel terhadap Iran.

“Apakah pemerintah merasa tetap pantas menjadi bagian dari BOP setelah serangan yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran? Ataukah Indonesia justru mengevaluasi bagaimana keanggotaan mereka yang baru beberapa waktu lalu bergabung dengan BOP,” ujarnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai persoalan ini tidak sederhana dan sangat dilematis bagi Indonesia.

“Ini tentu bukan perkara gampang. Ini menjadi perkara yang sangat dilematis. Karena Indonesia baru bergabung dengan BOP. Kalaupun harus keluar atau angkat kaki, tentu bukan perkara mudah,” pungkas Adi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya