Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel

SELASA, 03 MARET 2026 | 11:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi saling serang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pasar energi global bergejolak. Ketegangan di Timur Tengah langsung memicu lonjakan harga minyak karena pelaku pasar khawatir pasokan dari kawasan tersebut akan terganggu.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Meski kontribusi produksi minyak Iran hanya sekitar 3-4 persen dari total dunia, posisinya sangat strategis karena berada di sekitar Selat Hormuz. Jalur ini dilalui sekitar 20 persen konsumsi minyak global dan hampir 30 persen perdagangan minyak mentah via laut. Jika terjadi gangguan di kawasan ini, dampaknya bisa langsung terasa ke seluruh dunia.

Pada awal pekan, harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 13 persen sebelum kembali turun ke kisaran 77 Dolar AS per barel. Lonjakan tajam ini dipicu oleh terhentinya lalu lintas kapal tanker setelah adanya serangan terhadap kapal-kapal minyak, sehingga meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global.


Konflik juga berdampak pada fasilitas energi di kawasan Teluk. Perusahaan energi Arab Saudi, Saudi Aramco, menutup kilang minyak domestik terbesarnya setelah terkena serangan drone. Sementara itu, perusahaan energi Qatar, QatarEnergy, menghentikan produksi gas alam cair (LNG). Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga gas, terutama di Eropa yang sangat bergantung pada pasokan LNG.

Iran sendiri memproduksi sekitar 3,3 juta barel minyak per hari dan menguasai sekitar 12 persen cadangan minyak dunia. Meski dikenai sanksi internasional, Iran tetap mampu meningkatkan ekspor dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan menjual sebagian besar minyaknya ke China.

Analis memperingatkan, jika konflik meluas dan benar-benar mengganggu pasokan, harga minyak berpotensi menembus 100 Dolar AS per barel.

“Jika konflik berkepanjangan dan memengaruhi pasokan minyak, terutama melalui gangguan di Selat Hormuz, harga bisa melonjak hingga sekitar 100 Dolar AS per barel,” ujar William Jackson dari Capital Economics, dikutip dari Deutsche Welle, Selasa, 3 Maret 2026.

Kelompok negara produsen minyak OPEC+ sebenarnya telah sepakat meningkatkan produksi mulai April untuk meredam gejolak harga. Namun, langkah ini dinilai hanya menjadi penahan sementara. Jika harga benar-benar menembus 100 Dolar AS per barel, inflasi global berisiko meningkat dan pertumbuhan ekonomi dunia bisa ikut melambat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya