Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Transisi Energi Nasional Bergantung Sepenuhnya pada Pasokan Mineral Kritis

SELASA, 03 MARET 2026 | 10:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ambisi Indonesia untuk menggenjot porsi energi surya dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mustahil terwujud tanpa dukungan sektor mineral kritis.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Yudha, menegaskan bahwa berdasarkan PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), mineral strategis kini diposisikan sebagai jantung dari ekosistem energi bersih masa depan.

Satya memaparkan bahwa lonjakan kapasitas pembangkit rendah emisi secara otomatis akan mendongkrak permintaan material tambang. 


“Kalau kita melihat peta transisi energi dalam PP KEN, energi surya akan mempunyai porsi sangat besar, PLTN juga signifikan pada 2060. Dengan begitu, mineral-mineral untuk baterai dan komponen pendukungnya ada di sektor Minerba. Itu mendukung langsung transisi energi,” jelasnya di Jakarta, dikutip Selasa 3 Maret 2026. 

Keterkaitan ini menciptakan hubungan dua arah yang krusial: mineral seperti nikel, bauksit, dan tembaga dibutuhkan sebagai bahan baku teknologi hijau, sementara industri hilirisasi (smelter) memerlukan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. 

Smelter tidak mungkin berjalan tanpa listrik, apalagi ke depan kita berbicara listrik yang lebih hijau dan sustainable. "Jadi sektor energi dan minerba ini saling menopang,” tambah Satya.

Dalam skenario KEN terbaru, transisi energi tidak hanya dipandang sebagai perubahan bauran pembangkit, tetapi juga kesiapan rantai pasok industri. Kebutuhan akan komponen kabel, baterai, dan infrastruktur listrik lainnya menjadikan sektor pertambangan, termasuk peran MIND ID, sebagai pemain kunci. 

“Agenda kita adalah agenda transisi. Kalau energi surya porsinya besar, kalau PLTN masuk signifikan, maka kebutuhan mineral untuk baterai, kabel, komponen listrik, itu otomatis meningkat. Artinya sektor Minerba berada di jantung ekosistem transisi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Satya menekankan bahwa keberhasilan target net zero emission 2060 dan pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan dan ketersediaan bahan baku. “Transisi energi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga membangun fondasi industrinya. Dan di situlah peran sektor Minerba, termasuk MIND ID, menjadi strategis,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya