Berita

Peserta didik menikmati MBG. (BGN)

Politik

Polemik MBG karena Beda Konsep Pendidikan Antara Pemerintah dan DPR

SELASA, 03 MARET 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah dan DPR sebaiknya melakukan konsolidasi terkait konsep pendidikan. Hal ini untuk menghindari polemik berkepanjangan tentang anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan pemotongan anggaran pendidikan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) meniai, konsolidasi diperlukan karena adanya perbedaan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pendidikan. 

"Jadi perdebatan tentang MBG yang ada di dalam anggaran pendidikan itu ini akibat perbedaan konsep pendidikan, nah konsep pendidikan ini harus diluruskan dulu, apakah pendidikan itu hanya sekedar proses belajar-mengajar ataukah ada embel-embel lain, misal MBG atau gaji tenaga pendidik," kata Hensa, Selasa, 3 Maret 2026.


Dia melihat bahwa anggaran untuk program MBG memang secara faktual mengurangi alokasi dana pendidikan secara keseluruhan seperti yang tertera di APBN 2026.

"Tapi apakah kemudian mengurangi? Ya tergantung dari perspektifnya, apakah MBG itu termasuk pendidikan, nah tapi apakah kemudian memotong? Saya setuju seperti kata Seskab Teddy dan Ketua Banggar DPR Said Abdullah, itu sudah ada di APBN dan disahkan DPR juga," lanjutnya.

Oleh karena itu, Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu mempertegas bahwa konsep pendidikan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masa depan.

Ia mencontohkan perbedaan konsep pendidikan, seperti antara sekolah asrama di mana siswa dan guru berinteraksi 24 jam, dengan sekolah biasa yang hanya bertemu selama jam pelajaran.

"Jadi menurut saya, perdebatan atau polemik ini terjadi karena adanya perbedaan konsep pendidikan, dan itu harus diluruskan, kalau tidak ya ke depannya akan begini-begini lagi," pungkas Hensa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya