Berita

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Hook Global)

Dunia

Spanyol Tegaskan Pangkalan Militernya Tak Digunakan untuk Serangan ke Iran

SELASA, 03 MARET 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, memastikan bahwa hingga saat ini pangkalan militer gabungan di negaranya tidak digunakan dalam operasi tersebut. Ia juga menekankan komitmen Madrid terhadap hukum internasional.

“Berdasarkan semua informasi yang saya miliki, pangkalan-pangkalan tersebut tidak digunakan untuk operasi militer ini,” ujar Albares kepada televisi publik Spanyol, dikutip dari AFP, Selasa 3 Maret 2026.


Pangkalan yang dimaksud adalah Naval Base Rota dan Moron Air Base di selatan Spanyol. Meski digunakan bersama oleh militer AS berdasarkan perjanjian bilateral, kedua fasilitas tersebut tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol dan penggunaannya dibatasi oleh kesepakatan yang berlaku.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara terbuka mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran. Ia menyebut operasi tersebut sebagai “intervensi militer yang tidak beralasan” dan “berbahaya”, serta berada di luar kerangka hukum internasional.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Margarita Robles menegaskan bahwa pangkalan di Spanyol tidak akan memberikan dukungan apa pun, kecuali dalam konteks kemanusiaan apabila diperlukan.

Di sisi lain, data dari situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan sedikitnya 15 pesawat militer AS telah meninggalkan pangkalan di Spanyol selatan sejak serangan dimulai. Beberapa di antaranya tercatat mendarat di Ramstein Air Base, Jerman.

Sikap Madrid ini berbeda dengan sejumlah negara besar Eropa lainnya. Inggris, misalnya, sempat menolak penggunaan pangkalan militernya. Namun, Perdana Menteri Keir Starmer kemudian mengizinkannya dengan alasan “pertahanan diri kolektif”.

Adapun Prancis dan Jerman menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu-sekutunya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya