Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Telkom)

Bisnis

Telkom Dorong Aturan Tegas Penggunaan AI Demi Cegah Kebocoran Data

SELASA, 03 MARET 2026 | 04:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Telkom Indonesia mengingatkan risiko kebocoran data dari penggunaan situs atau aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses secara publik seperti ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya untuk membantu pekerjaan dan kegiatan bisnis.

Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia Komang Budi Aryasa mengatakan penting bagi perusahaan untuk memiliki batasan bagi para pegawainya dalam pemanfaatan AI.

“Pada saat kita meng-upload dokumen itu maka dokumen itu tersimpan di server-nya mereka. Pada saat ada orang lain yang mem-promt hal yang sama, itu bisa di-deliver dokumen kita ke orang lain, (termasuk) bisa jadi kompetitor (bisnis) kita, bisa jadi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Nah terjadilah kebocoran data,” ujar Komang dikutip ANTARA di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.


Ia tidak mengelak bahwa penggunaan AI dalam pekerjaan memang sangat mudah untuk diakses dan membantu pekerja.

Oleh karena itu, Komang mengatakan, perusahaan perlu memiliki aturan yang tegas dalam batasan penggunaan AI bagi pekerjaan.

“Nah hal-hal itu harus diantisipasi oleh perusahaan. Memang tidak mudah. Sekarang perusahaan itu harus top down, jadi harus mengeluarkan aturan, enforcement-nya itu harus ada,” jelasnya lagi.
                    
Selain itu, Komang juga menyarankan jaringan intranet untuk perusahaan. Jika karyawan membutuhkan bantuan AI, maka mereka akan diarahkan menggunakan platform AI internal yang telah dibangun perusahaan.

“Kalau ingin bantuan, gunakan GPT internal yang sudah kita bangun. Hasilnya juga sama,” pungkas Komang.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya