Berita

Peta kawasan Timur Tengah. (Foto: Pinterest.com)

Politik

Indonesia Sangat Relevan jadi Mediator Konflik di Timteng

SENIN, 02 MARET 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Wacana Indonesia menjadi pendamai pihak yang berkonflik di Timur Tengah dianggap sebagai pilihan strategis dalam mewujudkan stabilitas kawasan. 

“Indonesia sangat relevan mengambil peran sebagai penengah. Selain memiliki populasi Muslim terbesar, Indonesia dikenal dengan pendekatan diplomasi yang mengedepankan toleransi dan dialog,” kata pengamat hukum internasional dari Rajawali Cendekia Research Center, Muhammad Arbani dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026. 
 
Lanjut Arbani, ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.


Terlebih, serangan itu membuat pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei gugur.

“Serangan ini bukan hanya berdampak secara militer, tetapi juga mengguncang stabilitas politik domestik Iran dan memperbesar risiko konflik regional,” ungkap dia. 

Pasalnya, usai serangan itu terjadi di Iran, gejolak internal dan perebutan kekuasaan bisa semakin kompleks. 

Menurut Arbani, kelompok loyalis pemerintahan menyatakan siap melakukan pembalasan. Sedangkan kelompok oposisi yang banyak berada di luar negeri melihat peristiwa ini sebagai momentum perubahan.

“Nama Reza Pahlavi pun kembali mencuat. Putra mendiang Shah Iran ini disebut-sebut berpeluang mengambil peran dalam transisi kekuasaan karena dinilai aktif menyuarakan agenda perubahan pemerintahan dan menggalang dukungan dari diaspora Iran,” jelas Arbani.

“Jika kepemimpinan tetap berada di garis penerus Khamenei, maka Iran kemungkinan besar tetap mempertahankan sistem Republik Islam. Namun jika Reza Pahlavi berhasil memperoleh dukungan luas, kita bisa melihat Iran kembali ke model sekuler seperti era 1970-an dengan modernisasi cepat dan orientasi yang lebih Barat,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya