Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Impor RI Awal Tahun Naik 18,2 Persen, Tembus Rp357 Triliun

SENIN, 02 MARET 2026 | 12:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar 21,20 miliar Dolar AS (Rp357 triliun). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka tersebut naik 18,21 persen dibandingkan Januari 2025.

Kenaikan impor terjadi pada sektor migas dan nonmigas. Impor migas tercatat mencapai 3,17 miliar Dolar AS atau tumbuh 27,52 persen secara tahunan. Sementara impor nonmigas tercatat 18,04 miliar Dolar AS meningkat 16,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil sebesar 14,40 persen,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers secara virtual, Senin 2 Maret 2026.


Berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh komponen mencatat kenaikan. Impor barang konsumsi tumbuh 11,81 persen. Impor bahan baku yang juga menjadi penopang ikut naik 14,67 persen dengan kontribusi 10,61 persen terhadap total kenaikan impor.

“Selain itu, impor barang modal juga mengalami kenaikan 35,23 persen,” jelasnya.

Dari sisi negara asal, tiga pemasok utama impor Indonesia adalah Tiongkok, Australia, dan Jepang, dengan kontribusi gabungan mencapai 54,92 persen terhadap total impor nasional.

Impor nonmigas dari Tiongkok tercatat 7,89 miliar Dolar AS terutama mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya dengan pangsa 23,42 persen, melonjak 49,79 persen secara tahunan.

Sementara impor nonmigas dari Australia sebesar 1,07 miliar Dolar AS, didominasi logam mulia dan perhiasan atau permata dengan pangsa 47,54 persen, tumbuh hingga 634,30 persen.

Adapun impor nonmigas dari Jepang mencapai 0,95 miliar Dolar AS. Komoditas utama berupa mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya dengan pangsa 20,68 persen, namun tercatat turun 21,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya