Berita

Gunung Merbabu. (Foto: RMOL/Edhie Prayitno Ige)

Nusantara

Pendakian Merbabu Dibuka Lagi

SENIN, 02 MARET 2026 | 12:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jalur pendakian Gunung Merbabu akan dibuka kembali pada 9 Maret 2026. 

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGB) akan membuka kembali seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu mulai tanggal 9 Maret 2026, setelah sempat menutup semua jalur pada 11 Februari 2026. 

Penutupan saat itu disebabkan cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan pendaki. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi cuaca di kawasan puncak. 


Selain itu juga melakukan pemeliharaan pada sejumlah jalur yang terdampak angin kencang dan hujan lebat. 

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Anggit Haryono menyebut bahwa saat jalur telah dibuka, para pendaki tetap diwajibkan untuk waspada.

"Diputuskan pendakian dibuka kembali pada 9 Maret dengan tetap memberlakukan sistem booking online bagi para calon pendaki guna mengontrol kuota harian," kata Anggit dikutip dari MOLJateng, Senin 2 Maret 2026.


Para pendaki juga diminta bekerja sama untuk menjaga alam gunung Merbabu dengan mematuhi aturan yang ada, menjaga kebersihan lingkungan.

"Jangan lupa, segera turun jika kondisi cuaca di atas gunung tiba-tiba memburuk," saran Anggit.

Data statistik dari pengelola, jumlah pendaki dalam sebulan terakhir menunjukkan tren yang stabil di angka 4.500-5.000 orang pendaki. 

Mereka tersebar di lima jalur resmi, yakni Selo, Suwanting, Wekas, Cuntel, dan Thekelan. 

Namun, seluruh aktivitas tersebut harus terhenti total setelah pihak otoritas memutuskan untuk menutup jalur pendakian sejak 11 Februari lalu akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Merbabu. 

Saat itu catatan kecepatan angin lebih dari 30 knot serta curah hujan intensitasnya tinggi antara 50 hingga 100 mm per hari. 

Kondisi ini memicu penurunan suhu yang sangat drastis di area sabana hingga mencapai angka di bawah 5 derajat Celcius.

"Maka, pembukaan kembali pada Maret ini tetap harus dibarengi dengan kepatuhan protokol keselamatan yang ketat oleh para pecinta alam," pungkas Anggit.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya