Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

Gangguan Pasokan Global Ancam Harga Bensin Australia

SENIN, 02 MARET 2026 | 12:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memicu kekhawatiran global, termasuk di Australia. Salah satu dampak yang paling mungkin dirasakan warga adalah kenaikan harga bensin akibat terganggunya pasokan minyak dunia.

Para pengendara di Australia bahkan diimbau untuk segera mengisi bahan bakar sebelum lonjakan harga minyak mentah berdampak langsung ke SPBU.

Ketegangan meningkat setelah muncul ancaman gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menjadi nadi distribusi minyak dunia. Selat ini berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, dengan lebar hanya sekitar 33,7 kilometer di titik tersempitnya.


Iran menguasai sisi utara selat tersebut. Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak atau hampir seperlima produksi minyak global melewati jalur ini, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA). Karena itu, Selat Hormuz kerap disebut sebagai “titik hambatan minyak yang kritis”.

Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, memperingatkan bahwa skenario terburuk adalah jika Iran menyerang infrastruktur minyak Arab Saudi dan menutup total Selat Hormuz.

“Skenario terburuk bagi pasar minyak adalah serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi yang diikuti dengan penutupan total Selat Hormuz,” ujar Lipow kepada CNN, dikutip dari 9News, Senin 2 Maret 2026.

Ia memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga 5 Dolar AS per barel atau bahkan lebih.

Data pelayaran menunjukkan sedikitnya 150 kapal tanker, termasuk pengangkut minyak mentah dan LNG kini berlabuh di luar Selat Hormuz. Puluhan kapal lainnya juga berhenti beroperasi di sisi lain jalur tersebut.

Meski Australia tidak mengimpor minyak langsung dalam jumlah besar dari kawasan tersebut, harga bahan bakar di dalam negeri tetap mengikuti pergerakan harga minyak global.

Jika ketegangan terus meningkat dan distribusi minyak terganggu, warga Australia kemungkinan akan merasakan kenaikan harga bensin dalam waktu dekat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya