Berita

Ilustrasi

Politik

Serangan AS ke Iran Pelanggaran HAM Keji

SENIN, 02 MARET 2026 | 10:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto, mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang dinilainya telah melampaui batas dan tidak proporsional.

Menurut Didik, tindakan militer tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan mencerminkan standar ganda dalam praktik politik global.

“Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang keji, mengingatkan pada sejarah pendudukan Palestina di mana kekerasan struktural terhadap warga sipil menjadi norma,” ujar Didik lewat akun X miliknya, Senin, 2 Maret 2026.


Ia menilai, klaim membela demokrasi dan menjaga perdamaian dunia justru bertolak belakang dengan realitas di lapangan. Serangan bersenjata, pembunuhan terarah (targeted killing), dan bombardemen massal disebutnya berpotensi memperburuk situasi keamanan global.

“Ini tindakan hipokrit. Mereka mengklaim membela demokrasi dan berdalih untuk perdamaian dunia, tapi justru bisa memperburuk siklus terorisme dengan menciptakan musuh baru melalui pembunuhan targeted dan bombardemen massal,” tegasnya.

Didik menekankan bahwa dunia internasional seharusnya tidak memberikan dukungan secara membabi buta terhadap tindakan militer semacam itu. Sebaliknya, menurut dia, perlu ada tuntutan akuntabilitas atas setiap tindakan yang berdampak pada warga sipil.

“Dunia harus menuntut akuntabilitas, bukan dukungan buta, karena perilaku ini hanya memperpanjang penderitaan umat manusia, khususnya di Timur Tengah,” katanya.

Ia pun menyerukan kecaman bersama terhadap apa yang disebutnya sebagai arogansi imperial serta mendorong langkah-langkah konkret di tingkat global.

“Mari kita kutuk keras arogansi imperial ini dan serukan boikot internasional hingga dialog damai ditegakkan,” pungkas Didik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya