Berita

Bursa ADX tutup terdampak perang Iran (Foto: Tangkapan layar RMOL dari situs web adx.ae)

Bisnis

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

SENIN, 02 MARET 2026 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan sementara perdagangan di dua bursa saham utamanya selama dua hari, menyusul serangan balasan rudal dan drone dari Iran yang mengguncang kawasan Teluk.

Otoritas Pasar Modal UEA menyatakan bahwa Abu Dhabi Securities Exchange (ADX) dan Dubai Financial Market (DFM) akan tutup pada 2 dan 3 Maret.

"Otoritas akan terus memantau perkembangan di kawasan dan menilai situasi secara berkelanjutan, serta mengambil langkah tambahan jika diperlukan," kata lembaga tersebut, dikutip dari Reuters, Senin 2 Maret 2026.


Langkah ini diumumkan setelah serangan yang terjadi pada Sabtu dan Minggu menyasar sejumlah infrastruktur penting, termasuk bandara, pelabuhan, dan kawasan permukiman di UEA serta wilayah Teluk lainnya. Penutupan bursa dinilai sebagai sinyal meningkatnya gangguan ekonomi akibat eskalasi konflik tersebut.

Langkah ini membuat aset-aset bernilai miliaran Dolar AS yang tercatat di kedua bursa tersebut untuk sementara tidak dapat diperdagangkan. Investor kini menunggu kejelasan mengenai skala kerusakan dan dampak lanjutan dari serangan tersebut.

ADX dan DFM merupakan rumah bagi sejumlah perusahaan paling bernilai di kawasan Teluk. Dengan dihentikannya aktivitas perdagangan, tekanan terhadap pasar keuangan regional pun kian terasa.

Sejumlah pasar saham Teluk yang tetap buka pada Minggu langsung mengalami penurunan tajam. Indeks acuan Arab Saudi tercatat anjlok lebih dari 4 persen saat pembukaan. Bursa Oman turun sekitar 3 persen, sementara indeks utama Mesir melemah 5,44 persen. Adapun Kuwait memilih menghentikan perdagangan sepenuhnya.

Otoritas juga mengimbau seluruh pelaku pasar dan investor untuk mengikuti informasi resmi melalui kanal Otoritas Pasar Modal UEA, ADX, dan DFM terkait jadwal pembukaan kembali perdagangan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya