Berita

Rocky Gerung. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Rocky Gerung: Indonesia Sudah Dituduh sebagai Agen Amerika

SENIN, 02 MARET 2026 | 01:32 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran. Prabowo disebut siap bertolak ke Teheran jika negara-negara terkait mengizinkan.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan agar Presiden Prabowo mengurungkan niatnya ke Iran. 

“Dan kalau kita lihat untuk Presiden Prabowo berpikir ulang mungkin untuk pergi ke Iran karena terlalu riskan soal itu. Tapi proksi-proksinya juga bisa jalan, namun tetap kita mesti sedikit tahu diri bahwa Indonesia itu sudah dituduh sebagai agennya Amerika,” kata Rocky dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Minggu malam, 1 Maret 2026.


Hal itu tidak lepas dari keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (Bop) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

Lanjut Rocky, usai bergabungnya Indonesia ke BoP banyak pihak kemudian yang menanyakan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
 
“Artinya ada hambatan kultural untuk diterima di pengaruh yang menginginkan kepastian pembebasan Palestina itu, kepastian bahwa Palestina itu punya kemerdekaan,” jelas Rocky.

“Sementara Israel sekarang lagi soal-olah euforia karena bisa menaklukan Iran sebagai supplier utama Hamas di Palestina,” tambahnya.

Kendati demikian, akademisi yang dikenal kritis tetap mendukung upaya Indonesia dalam meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Ini sekali lagi kita bedakan itu, antara faktor yang terjadi di Timur Tengah dan posisi Indonesia untuk ikut di dalam proses-proses mencegah eskalasi,” pungkasnya.

Kemlu RI sebelumnya memberikan keterangan mengenai kesiapan Prabowo untuk berangkat menuju Teheran dalam rangka menjadi juru damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," ujar keterangan Kemlu.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya