Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. (Foto: RMOL)

Politik

Pandangan Jusuf Kalla atas Niat Prabowo Mediasi Konflik Iran-AS

MINGGU, 01 MARET 2026 | 22:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel turut dikomentari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Sosok yang kerap dipanggil JK itu menyampaikan apresiasi atas rencana Presiden Prabowo berangkat ke Teheran demi meredam konflik di Timur Tengah pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu kemarin, 28 Februari 2026.

"Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya," ujar JK di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu, 1 Maret 2026. 


Ia berujar, Indonesia memang menjadi negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Namun kondisi ini tidak membuat kedudukan Indonesia mudah meredam konflik di dunia. 

Secara faktual, Indonesia kesulitan memediasi konflik yang terjadi di Palestina. Hal yang sama dikhawatirkan terjadi saat menjadi juru damai di Iran. 

"Palestina dengan Israel saja (Indonesia) tidak bisa (meredam), sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika," jelas JK.

JK menambahkan, Indonesia juga kini dalam kondisi yang tidak mudah saat dihadapkan dengan AS. Contohnya terkait perjanjian dagang resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART).

Dengan berkaca pada ART itu, JK pesimistis Indonesia mampu menjadi negosiator perdamaian antarnegara yang berkonflik.

"Sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara dengan Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini?" demikian kata JK.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya