Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). (Foto: RMOL)

Politik

Respons Menag, JK Tegaskan Zakat dan Wakaf Sama-Sama Penting

MINGGU, 01 MARET 2026 | 15:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) merespons polemik pernyataan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar terkait zakat yang ramai diperbincangkan di tengah bulan suci Ramadan.

JK menekankan bahwa zakat, wakaf, dan sumbangan keagamaan lainnya sama-sama memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam di Indonesia.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu mengatakan, pembangunan sarana ibadah dan pendidikan Islam selama ini tidak hanya bertumpu pada zakat, tetapi juga wakaf serta sumbangan masyarakat. Menurutnya, ketiga instrumen tersebut berjalan beriringan dan tidak perlu dipertentangkan.


"Sebenarnya benar. Di Indonesia itu zakat itu penting, wajib, dan sumbangan wakaf dan lain juga jalan, dua-duanya jalan. Ada 800 ribu masjid itu tidak dibangun dengan zakat, dibangun dengan wakaf, sumbangan, dan sebagainya," kata JK kepada wartawan di kediamannya di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menambahkan, banyak madrasah dan sekolah Islam berdiri dari dana wakaf maupun donasi umat. Karena itu, seluruh bentuk kedermawanan tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam membangun kesejahteraan umat.

"Berapa madrasah, berapa sekolah, berapa itu semua dibangun dengan sumbangan zakat, wakaf. Jadi semuanya semua penting," tegas JK.

JK juga menyinggung perbandingan antara zakat dan pajak yang kerap memicu perdebatan. Ia menjelaskan, keduanya memiliki mekanisme perhitungan berbeda sehingga tidak bisa disamakan secara sederhana.

"Zakat itu dengan pajak hampir sama. Pajak penghasilan diukur dari keuntungan 20 persen, 25 persen keuntungan. Kalau zakat walaupun kecil tapi diukur dari aset jadi besar akibatnya," jelasnya.

Menurut JK, kesalahpahaman dalam memahami basis perhitungan zakat sering memicu polemik yang tidak perlu. Ia pun mengajak masyarakat meningkatkan kapasitas ekonomi umat agar manfaat zakat semakin besar.

"Kalau anda punya aset 1.000, paling tinggi keuntungannya 50. Jadi 25 persen kali 50. Tapi aset itu 2,5 persen kali 1.000 itu. Jadi salah hitung itu bahwa cuma aset itu banyak dimiliki bukan orang Islam. Jadi kita orang Islam harus meningkatkan kemampuan," ujarnya.

Untuk itu, JK berharap perdebatan terkait zakat tidak berkembang liar dan justru mengganggu kekhusyukan Ramadan.

"Nah sedikit supaya mengurangi debat liar di sini," pungkas JK.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya