Berita

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

JK Prihatin Serangan AS–Israel di Iran dan Wafatnya Ali Khamenei

MINGGU, 01 MARET 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berujung pada wafatnya Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. 

Situasi itu terjadi pada masa Ramadan, yang bagi umat Muslim merupakan bulan penuh berkah dan refleksi spiritual.

“Dalam bulan suci Ramadan ini, kita merasa sangat prihatin begitu banyak perang di dunia ini, khususnya menyangkut di dunia Islam,” ujar sosok yang akrab disapa JK itu dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu, 1 Maret 2026. 


Ia menyebut serangan terhadap Iran terjadi justru ketika Iran dan Amerika Serikat tengah berunding soal program nuklir suatu kondisi yang menurutnya tidak etis secara diplomatik.

JK mengatakan, kejadian tersebut menggambarkan sifat agresif Amerika yang kerap melancarkan operasi militer terhadap berbagai negara yang tidak sejalan dengan pandangannya, seperti Venezuela dan negara lain di masa lalu, termasuk Irak, Suriah, dan kini Iran. 

“Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan,” ujar Kalla.

Ia juga menyoroti dinamika politik internal di Iran, yang menurutnya tengah dilanda berbagai pergolakan antara kelompok pemerintah, kelompok reformis, dan kelompok monarki lama Pahlavi setelah puluhan tahun rezim revolusi. 

Mantan Wapres itu menyampaikan kesedihan atas wafatnya Ali Khamenei dalam serangan tersebut, meski ia juga mencatat adanya berbagai faksi di Iran yang mungkin melihat situasi ini sebagai peluang. Kendati demikian, menurutnya, meninggalnya seorang pemimpin tertinggi melalui kekerasan adalah hal yang sangat disayangkan.

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Kalla mengatakan Indonesia perlu terus menyerukan agar konflik di wilayah itu segera dihentikan. Ia menekankan pentingnya doa dan seruan perdamaian, meskipun mewujudkan damai yang diharapkan sangat sulit. 

Pernyataan JK mencerminkan kekhawatiran banyak pihak di Indonesia terhadap gejolak geopolitik global yang terus berlanjut, khususnya di wilayah yang menjadi pusat konflik berkepanjangan antara kekuatan Barat dan negara?"negara Islam di Timur Tengah.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya