Berita

Menlu Iran Abbas Araghci (Foto: Teheran Times)

Global

Menlu Iran Pastikan Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup

MINGGU, 01 MARET 2026 | 08:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei masih hidup dan dalam keadaan baik di tengah gelombang serangan Amerika Serikat dan Israel. 

Pernyataan Menlu Iran itu menepis klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut.

“Sejauh yang saya tahu, hampir semua pejabat selamat dan sehat. Kita mungkin kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan masalah besar," ujarnya dalam wawancara dengan NBC News pada Sabtu waktu setempat, 28 Februari 2026. 


Araghchi menyindir upaya perubahan rezim sebagai sesuatu yang mustahil.

"Misi Mustahil. Anda tidak bisa melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut ini,” tegasnya. 

Terkait dampak serangan gabungan AS dan Israel, Araghchi meremehkan tingkat kerusakan yang terjadi dan menekankan respons cepat militer Iran. 

Menurutnya, pasukan Iran mampu memulai serangan balasan kurang dari dua jam, menunjukkan bahwa sistem pertahanan dan komando tetap berjalan.

Ia juga mengecam keras serangan terhadap sekolah dasar perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 40 orang.

"Serangan ini tidak beralasan, ilegal, dan sama sekali tidak sah serta bertentangan dengan hukum internasional,” ujarnya. 

Dalam wawancara itu, Araghchi juga menepis spekulasi bahwa Iran tengah mengembangkan rudal yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat.

"Tidak, tidak, kami tidak memiliki kemampuan seperti itu. Kami sengaja menjaga jangkauan rudal kami di bawah 2.000 kilometer. Rudal kami hanya untuk pencegahan dan pertahanan. Rudal tersebut bukan untuk agresi," tegasnya.

Serangan terbaru terjadi setelah Israel melancarkan operasi bernama “Lion’s Roar”, disusul pernyataan Trump bahwa pasukannya melakukan “major combat operations” di Iran guna melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang dianggap mendesak. 

Situasi memanas ini berlangsung di tengah pembicaraan program nuklir Iran antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman, dengan putaran terakhir di Jenewa berakhir tanpa terobosan berarti.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya