Berita

Menu Makan Bergizi Gratis edisi Ramadan. (Foto: Antara)

Publika

Dua Wajah Program MBG, Dua Wajah Sikap PDIP

MINGGU, 01 MARET 2026 | 06:44 WIB

TAK sekadar konferensi pers membenarkan anggapan masyarakat bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) menyedot anggaran pendidikan, PDIP juga mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh kadernya di DPP, DPD, dan DPC; DPR dan DPRD, untuk tak main-main dengan program MBG, yang berasal dari uang rakyat.

Agaknya PDIP akan memberikan perhatian khusus terhadap program MBG ini. Perhatian khusus bukan untuk "ikut main" dalam program MBG, melainkan untuk serius mengawal program ini. 

Begitu banyaknya masalah yang terjadi di lapangan, membuat PDIP mulai menentukan sikapnya yang berbeda dengan partai lainnya.


Agak terlambat juga sikap PDIP ini ditunjukkan. Mestinya sejak awal, sejak penganggaran dibuat. 

Bukankah anggaran disusun bersama antara pemerintah dan DPR? Dan PDIP adalah fraksi terbesar di DPR. 

Bahkan, tak hanya Ketua DPR, Ketua Badan Anggaran pun berasal dari PDIP. Kok, baru saat ini, ambil posisi yang berseberangan? Sungguh dilematis.

Program MBG berdasarkan hasil survei memang memiliki dua wajah sekaligus. Ia menjadi alasan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah sekaligus menjadi alasan ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintah. 

Artinya, kalau program MBG ini berhasil, maka yang akan diuntungkan adalah partai Pemerintah. Dalam hal ini tentunya Partai Gerindra.

Sebaliknya, kalau program MBG ini gagal, yang diuntungkan mestinya partai di luar Pemerintah. 

Tapi kalau partai di luar Pemerintahnya seperti PDIP ikut mendukung, atau tak melakukan kontrol dengan baik, memble, maka tak akan ada partai yang diuntungkan. 

Makanya sikap PDIP yang mulai jelas dengan program MBG ini, sudah tepat secara politik.

Tapi perlu diingat bahwa program MBG ini adalah seperti "anak kandungnya" Presiden Prabowo. 

Mengkritik program MBG berarti, mengkritik langsung Presiden Prabowo. 

Apakah PDIP berani berhadap-hadapan langsung dengan Presiden Prabowo, setelah sebelumnya memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto?

Memang harus banyak yang dilepaskan PDIP terlebih dahulu sebelum serius menghantam program MBG ini. 

Pertama, PDIP harus benar-benar tak terlibat dalam program ini di daerah-daerah seperti yang klaim Wakil Ketua MBG Nanik Surdayati Deyang, bahwa semua partai terlibat atau memiliki dapur MBG-nya masing-masing.

Kedua, sebagai partai yang kursinya paling banyak di DPR, kadernya sebagai Ketua DPR dan Ketua Banggar, kritik atau penentangan harus dimulai di pangkal, bukan di ujung. 

Mengkritik anggaran MBG sementara Ketua Banggar dari partai kita, apa kata dunia nantinya? Apalagi kalau datanya salah pula. Berharap simpati publik, justru yang akan diperoleh hal yang sebaliknya?

PDIP baru memulai, ujungnya belum diketahui pasti.  Surat instruksi buat kader terkait program MBG ini bersifat rahasia, yang kemudian bocor ke publik. 

Artinya, ini baru dilakukan diam-diam, meski sudah melakukan konferensi pers terkait pembenaran bahwa program MBG menyedot anggaran pendidikan. 

Ini pun langsung dibantah Seskab Teddy Indra Wijaya. Entah bagaimana selanjutnya nanti?

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya