Berita

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting. (Foto: Istimewa)

Politik

Serangan Balasan Iran Upaya Pulihkan Kredibilitas Militernya

MINGGU, 01 MARET 2026 | 05:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jika serangan awal Israel-Amerika Serikat (AS) disebut sebagai aksi pre-emptive untuk melumpuhkan infrastruktur militer dan nuklir Iran, maka respons Teheran adalah pesan yang jauh lebih keras: tidak ada lagi perang bayangan. Inilah konfrontasi langsung antarnegara.

"Pertanyaannya bukan lagi siapa memulai, melainkan seberapa jauh spiral balas-membalas ini akan bergerak?" kata Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting kepada RMOL, Minggu 1 Maret 2026.

Menurut Ginting, Iran tidak hanya membalas ke wilayah Israel, tetapi juga menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. 


"Pilihan target ini tidak acak," kata Ginting.

Serangan balasan Iran tersebut, menurut Ginting, ada dua tujuan strategis:
Pertama, hukuman langsung (punitive retaliation). Iran ingin menunjukkan bahwa serangan terhadap Teheran tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. 

"Dengan menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS, Iran berusaha memulihkan kredibilitas militernya di hadapan publik domestik dan sekutu regional," kata Ginting.

Kedua, membangun kembali daya tangkal (deterrence). Selama ini konflik Iran-Israel berlangsung dalam bentuk perang proksi dan operasi rahasia. 

"Serangan langsung Israel-AS ke wilayah Iran meruntuhkan “aturan tak tertulis” tersebut," kata Ginting.

Jika Iran tidak membalas secara signifikan, maka ia akan dipersepsikan lemah. Hal itu berbahaya bagi rezim maupun posisi geopolitiknya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya