Berita

Pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting. (Foto: Istimewa)

Politik

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Ubah Arsitektur Keamanan Timteng

MINGGU, 01 MARET 2026 | 03:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Sabtu 28 Februari 2026, berpotensi menjadi salah satu titik balik paling berbahaya dalam politik internasional pasca-Perang Dingin. 

"Serangan militer tersebut bukan sekadar operasi taktis, melainkan peristiwa strategis yang dapat mengubah arsitektur keamanan Timur Tengah (Timteng) -- bahkan dunia," kata Pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting dalam keterangannya kepada RMOL, Minggu 1 Maret 2026.

Presiden Donald Trump menyebut operasi ini sebagai “major combat operations”, pesan yang dikirim bukan hanya ke Teheran, tetapi juga ke Moskow, Beijing, Riyadh, dan Brussel. 


"Amerika Serikat telah memilih jalur konfrontasi terbuka," kata Ginting.

Selama bertahun-tahun, konflik antara Israel dan Iran berlangsung dalam bentuk perang bayangan, seperti sabotase fasilitas nuklir, serangan siber, operasi intelijen, dan pertempuran tidak langsung melalui aktor proksi. 

Kini, fase itu telah berakhir. Serangan udara ke sekitar Teheran menandai eskalasi drastis. 

"Ini bukan lagi pesan simbolik, melainkan demonstrasi kemampuan dan kemauan untuk menghantam pusat gravitasi politik dan militer Iran," kata Ginting.

Menurut Ginting, keterlibatan langsung Amerika Serikat telah mengubah kalkulasi. Jika sebelumnya Israel dapat bertindak unilateral dengan risiko regional terbatas, kini konflik ini membawa dimensi kekuatan adidaya. 

"Artinya, ambang eskalasi menjadi jauh lebih tipis," pungkas Ginting.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya