Berita

Rapat Koordinasi Terbatas Komite Pengarah (Komrah) Ekonomi Karbon. (Foto: Istimewa)

Politik

Eddy Soeparno:

Pengembangan Sektor Ekonomi Karbon Nasional Sudah On The Right Track

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 22:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan bahwa progres pengembangan industri karbon nasional sudah berada di jalur yang tepat atau on the right track. 

Hal ini dikatakan Eddy setelah menghadiri dan memberikan masukan pada Rapat Koordinasi Terbatas Komite Pengarah (Komrah) Ekonomi Karbon, yang dipimpin langsung Menko Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta.

“Pertemuan Komrah hari ini sangat penting karena yang sedang kita bangun bukan hanya mekanisme perdagangan karbon, tetapi fondasi ekonomi karbon Indonesia yang akan menentukan arah dan daya saing nasional di masa depan," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu 28 Februari 2026.


Eddy mengatakan bahwa saat ini sudah banyak proyek karbon yang bersiap untuk diluncurkan. Namun prosesnya menunggu pembentukan ekosistem perdagangan karbon yang saat ini sedang dikoordinasikan.  
 
"Para pemangku kebijakan diantaranya adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan OJK saat ini terus mempersiapkan sistem pencatatan yang dikenal dengan Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK)," katanya.

Wakil Ketua Umum PAN ini menjelaskan, dari perspektif kebijakan publik dan investasi, fase persiapan ini harus dipandang sebagai fase menjaga momentum. Banyak proyek karbon telah memulai persiapan teknis, finansial, dan kelembagaan. 

Karena itu lanjut Eddy, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian bahwa proyek-proyek tersebut memiliki jalur yang jelas menuju monetisasi karbon dan integrasi ke dalam sistem nasional. 

"Kita harus memberi sinyal kuat kepada investor bahwa Indonesia serius membangun low carbon economy, sekaligus memberi ruang bagi industri domestik untuk melakukan dekarbonisasi secara bertahap dan terukur agar tetap kompetitif di pasar global yang semakin rendah karbon," ungkapnya.

Mengenai progres pengembangan SRUK, Eddy menegaskan bahwa ini bukan sekadar sistem pencatatan, tetapi fondasi kepercayaan pasar. Menurutnya ekonomi karbon bertumpu pada integritas data, transparansi, dan keterlacakan. 

"Oleh karena itu, SRUK harus mampu menjamin transparansi sekaligus mentaati standar internasional, sehingga kredibilitas pasar karbon Indonesia diakui secara global," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya