Berita

Sejumlah penerbangan di bandara Dubai dibatalkan buntut serangan Israel ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Dawn News)

Dunia

Serangan Gabungan AS-Israel Picu Krisis Aviasi, Maskapai Dunia Batalkan Ribuan Penerbangan

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 21:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, langsung mengguncang kawasan Timur Tengah dan berdampak besar pada industri penerbangan global. 

Serangan militer yang dilancarkan ke sejumlah target di Iran dibalas dengan tembakan rudal, memicu eskalasi konflik baru di kawasan. Situasi ini membuat wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain nyaris kosong dari lalu lintas pesawat. 

Dikutip dari Reuters, sejumlah negara segera menutup ruang udaranya, termasuk Israel, Iran, Irak, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania. Data awal dari Cirium menunjukkan hampir 40 persen penerbangan menuju Israel dibatalkan pada hari itu, sementara sekitar 6,7 persen penerbangan di kawasan Timur Tengah secara umum juga dibatalkan.


Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota di kawasan Teluk, termasuk Doha di Qatar, yang menjadi lokasi pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, serta Abu Dhabi dan Dubai di Uni Emirat Arab. Eskalasi ini meredupkan harapan tercapainya solusi diplomatik atas sengketa nuklir Iran dengan negara-negara Barat.

Timur Tengah merupakan jalur penerbangan strategis yang menghubungkan Eropa dan Asia. Sejak perang Rusia-Ukraina, kawasan ini menjadi semakin vital karena banyak maskapai menghindari wilayah udara Rusia dan Ukraina. Dengan konflik terbaru ini, maskapai kembali harus memutar rute, yang berarti waktu tempuh lebih lama dan biaya bahan bakar lebih tinggi.

Badan keselamatan penerbangan Uni Eropa, European Union Aviation Safety Agency (EASA), merekomendasikan agar maskapai Eropa tidak melintasi wilayah udara yang terdampak operasi militer.

Sejumlah maskapai besar langsung mengambil langkah antisipasi. British Airways membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 3 Maret serta menghentikan sementara penerbangan ke Amman. Maskapai Jerman Lufthansa menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai pada akhir pekan serta menghentikan sementara rute Tel Aviv, Beirut, dan Oman hingga 7 Maret.

Air France dan Iberia juga membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut. Maskapai bertarif rendah Wizz Air menghentikan penerbangan ke Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dari kawasan Teluk, Emirates menyatakan sejumlah penerbangannya terdampak penutupan wilayah udara. Maskapai saudaranya, flydubai, menghentikan sementara operasional pada Sabtu. Qatar Airways dan Kuwait Airways juga menangguhkan penerbangan untuk sementara.

Selain itu, Turkish Airlines membatalkan sejumlah penerbangan ke destinasi Timur Tengah. Maskapai Belanda KLM, bagian dari grup Air France-KLM, turut mempercepat penghentian layanan Amsterdam-Tel Aviv dan membatalkan penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu. Sejumlah maskapai India, termasuk Air India, juga menghentikan penerbangan ke kawasan tersebut.

Pakar keamanan penerbangan menilai dampak terhadap industri aviasi bersifat langsung dan sangat dinamis. Jika situasi memburuk, tidak menutup kemungkinan akan terjadi evakuasi atau penutupan sementara bandara-bandara utama di kawasan Teluk, yang berpotensi mengganggu jalur transit internasional.

Dengan meningkatnya ketegangan dan penutupan wilayah udara di beberapa negara, penumpang dan maskapai diperkirakan masih akan menghadapi pembatalan serta pengalihan rute hingga kondisi keamanan di Timur Tengah benar-benar stabil.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya