Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Nusantara

Kenali Aturan Baru Umrah Ramadan dari Arab Saudi

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 15:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menjelang puncak musim umrah Ramadan 1447 H, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengimbau para jamaah dan penyelenggara untuk memberikan perhatian ekstra pada paket layanan. 

Fokus utama dalam kebijakan ini adalah penguatan standar katering melalui aspek ketersediaan serta higienitas makanan, sekaligus memastikan kepastian hotel selama masa tinggal di Tanah Suci.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan upaya menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah Indonesia.


“Pemerintah Arab Saudi ingin memastikan seluruh jamaah mendapatkan layanan yang jelas dan terjamin, terutama pada musim puncak Ramadan. Karena itu PPIU harus manaati aturan paket layanan yang telah ditetapkan,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, dikutip redaksi Sabtu 28 Februari 2026. 

Berdasarkan surat resmi yang ditandatangani oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, terdapat beberapa ketentuan krusial bagi para penyelenggara di Indonesia. 

Setiap paket umrah kini diwajibkan menyertakan layanan katering secara gamblang guna menjamin hak konsumsi jamaah. Selain itu, jamaah dilarang berangkat jika tidak memiliki paket umrah riil yang telah disetujui, di mana paket tersebut harus mencakup seluruh layanan pokok demi menjaga kualitas pelayanan.

Pihak penyelenggara juga diminta terus memantau kondisi jamaah melalui koordinasi intensif dengan pihak syarikah. Bukti pemesanan akomodasi pun harus berasal dari hotel-hotel resmi yang telah terdaftar pada Kementerian Pariwisata Arab Saudi. Puji menekankan bahwa sosialisasi aturan ini akan terus dilakukan kepada seluruh PPIU guna mencegah pelanggaran yang merugikan.

“Kami meminta seluruh penyelenggara perjalanan umrah segera menyesuaikan paket layanannya. Jangan sampai ada jamaah berangkat tanpa kepastian hotel, konsumsi, dan layanan dasar lainnya,” tegas Puji.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Haji Khusus dan Umrah, Akhmad Fauzin, menilai kebijakan ini sebagai instrumen untuk meningkatkan disiplin operasional. Mengingat lonjakan drastis jumlah jamaah di bulan suci, pengawasan terhadap layanan memang harus diperketat.

“Arab Saudi ingin memastikan kedatangan jamaah lebih tertib dan akomodasinya jelas. Ini juga untuk melindungi jamaah dari paket umrah yang tidak realistis atau tidak lengkap,” jelas Fauzin.

Sebagai langkah perlindungan diri, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memilih biro perjalanan yang resmi dan transparan. Harapannya, kepatuhan terhadap aturan ini akan membawa peningkatan kualitas layanan serta memastikan ibadah umrah Ramadhan berjalan dengan aman dan tertib.

"Kami mengingatkan calon jamaah agar memastikan paket umrah mencakup tiket, hotel, transportasi, konsumsi, dan layanan lainnya sebelum berangkat,” pungkas Fauzin.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya