Berita

Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum (Petisi Ahli) Indonesia Pitra Romadoni Nasution. (Foto: Istimewa)

Politik

Petisi Ahli: Coret Hijab Polwan Perbuatan Konyol

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum (Petisi Ahli) Indonesia Pitra Romadoni Nasution menanggapi aksi seorang mahasiswa yang melakukan pencoretan terhadap kain penutup kepala (jilbab) Polwan saat kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Mabes Polri pada Jumat 27 Februari 2026.

"Aksi membentak petugas dan mencoret hijab merupakan perbuatan konyol yang tidak mengindahkan etika," kata Pitra dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Februari 2026.

Pitra menilai para dosen mahasiswa tersebut telah gagal dalam mendidik mereka menjadi orang yang memiliki budi pekerti yang baik dan mulia. Bahkan ada juga yang merokok dan makan di muka umum.


Perilaku tersebut tidak hanya mencederai nilai kesantunan dan toleransi antarumat beragama, tetapi juga berpotensi menimbulkan provokasi sosial serta mengganggu ketertiban umum.

"Terlebih aksi dilakukan di lingkungan Mabes Polri yang merupakan objek vital negara," kata Pitra.

Pitra menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan norma agama, norma sosial, dan etika publik, terlebih pada momentum sakral bulan Ramadan yang dihormati oleh mayoritas rakyat Indonesia.

Ia mengapresiasi sikap profesional dan kedewasaan aparat kepolisian yang tetap menjalankan tugas pengamanan secara humanis, tidak reaktif, dan mengedepankan pendekatan persuasif, meskipun terdapat tindakan peserta aksi yang tidak pantas dan berpotensi memancing gesekan.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat seorang mahasiswi berjaket kuning mengambil kain penutup kepala dari salah satu personel negosiator Polwan.

Mahasiswi tersebut kemudian menuliskan sebuah tulisan yang kurang pantas pada kain putih itu, lalu tampak melakukan dokumentasi dengan memegang kain yang sudah bertuliskan kata tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya