Berita

Ilustrasi (Inteligence Artificial)

Bisnis

Dolar AS Melemah di Akhir Pekan tapi Catat Kenaikan Bulanan Pertama Sejak Oktober

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Oktober, meski pada perdagangan Jumat 27 Februari 2026 pergerakannya cenderung melemah tipis karena aksi ambil untung menjelang akhir bulan.

Penguatan dolar sebelumnya didorong data Indeks Harga Produsen (PPI) Januari yang naik 0,5 persen, lebih tinggi dari perkiraan 0,3 persen. 

Data ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi masih bertahan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga setidaknya hingga Juni. Meski begitu, pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 62 basis poin hingga akhir tahun karena kekhawatiran perlambatan pasar tenaga kerja.


Indeks Dolar (DXY) turun tipis 0,12 persen ke 97,61 pada hari itu, tetapi tetap mencatat kenaikan bulanan sekitar 0,47 persen. Terhadap Euro, Dolar AS melemah tipis, sementara terhadap Yen Jepang juga turun secara harian, namun masih membukukan kenaikan bulanan.

Selain faktor inflasi, Dolar AS sempat mendapat dukungan dari permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Meski ada kemajuan pembicaraan nuklir yang dimediasi Oman, belum ada terobosan signifikan. Kenaikan harga minyak turut mencerminkan kewaspadaan pasar terhadap risiko konflik.

Secara keseluruhan, Dolar AS masih bergerak terbatas dan cenderung menunggu katalis baru, di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya