Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Masyarakat Diminta Waspada dengan Penipuan yang Seret Nama Purbaya

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 05:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menawarkan pinjaman tanpa agunan dan bunga merebak di media sosial.  

Dalam video tersebut, disebutkan cicilannya per tahun, yakni setiap Ramadan. Nilainya maksimal pinjamannya mencapai Rp500 juta. 

Dalam video itu terlihat jelas pernyataan Purbaya: “Silakan hubungi Yayasan al-Mubarak, melalui Nomor WA 0822-9907-0852”.
 

 
Banyak masyarakat kemudian tergiur tawaran dalam video tersebut dengan menghubungi Yayasan al-Mubarak. 

Salah satunya, Abu Haikal yang berdomisili di Bekasi. Ia awalnya tergiur lantaran melihat komitmen Purbaya yang ingin memperbaiki ekonomi bangsa. 

“Dan saya pun mencoba menghubungi nomor WA tersebut dengan niat serius mau mengajukan pinjaman. Muncullah logo Yayasan Pondok Pesantren Al-Mubarak. Tidak hanya itu. Chat saya pun direspons cepat dengan mencantumkan persyaratan-persyaratannya. Sangat ringan,” ungkap Abu Haikal dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Sabtu, 28 Februari 2026.
 
Namun, ia langsung mengendus kecurigaan. Pasalnya, permohonan pinjaman cukup dengan mengisi formulir yang perlu diisi tanpa proposal. 

“Tercantum juga, ada biaya administrasi. Besarannya hanya Rp250 ribu untuk setiap permohonan. Anehnya, biaya administrasi itu dipersilakan transfer dalam waktu kisaran 30 menit hingga 1 jam. Setelah ditransfer, dana akan segera diproses dan cair,” jelasnya.
 
“Secepat itukah? Proses secepat itu tak wajar, apalagi menyangkut dana pinjaman yang tidak kecil. Lebih mencurigakan lagi, penerima dana administrasi bukan rekening atas nama Yayasan, tapi perorangan,” tambah Haikal.
 
Karena penasaran, ia mencoba mencari alamat Yayasan Ponpes Al-Mubarak yang diberikan. Beralamat di Jl. Kp. Wr. Asem No. 40, Sumberjaya, Kec. Tambun Selatan, Kab. Bekasi. 

“Alamat tersebut berhasil ditemukan, tapi bukan Yayasan Ponpes Al-Mubarak. Ketika ditelpon berkali-kali tak diangkat. Hanya dibalas, WA saja. Lagi melayani banyak nasabah. Sibuk,” tuturnya.
 
“Saya nggak percaya dengan jawaban itu. Akhirnya, saya mendesak minta di shareloc. Ternyata, tak diberikan. Alasannya belum terdaftar di Web. Apa hubungannya denga Web?” tegas Haikal. 

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihak yang mengaku Yayasan Ponpes Al-Mubarak dan siap memberikan pinjaman tanpa bunga itu belum memberikan konfirmasi.
 
“Saya menduga ada seorang oknum yang akan menyalahgunakan kepercayaan Pak Purbaya yang sedang giat membantu sekaligus membangkitkan ekonomi rakyat. Dengan kata lain, komitmen Pak Purbaya yang hebat itu dirusak bahkan dihancurkan dengan tindakan manipulatif sang oknum,” ungkapnya lagi.

“Saya kira pihak yang berwajib perlu turun tangan menyelidiki sekaligus menangkap pelaku yang tak bertanggung jawab itu. Untuk mencegah kejahatan, sekaligus menjaga martabat pejabat negara, Pak Purbaya,” pungkasnya.
 

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya