Berita

(Foto: Dok. Telkom)

Bisnis

Telkom Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 22:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Telkom mengintegrasikan 1.231 anak ke dalam platform digital Stunting Action Hub sepanjang Januari-Desember 2025. Langkah ini, sebagai bagian dari program intervensi gizi terpadu yang menjangkau 3.169 anak di sembilan provinsi.

Langkah yang diumumkan di Jakarta, pada JUmat 27 Februari 2026, sebagai kontribusi Telkom dalam mendukung percepatan penurunan stunting nasional berbasis data dan pemantauan terstruktur.

Program tersebut memadukan bantuan nutrisi langsung dengan pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan dan evaluasi pertumbuhan anak.


Melalui Stunting Action Hub, parameter seperti tinggi badan, berat badan, dan status gizi dicatat secara sistematis sehingga proses pemantauan dapat dilakukan lebih presisi dan berkelanjutan.

SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyatakan bahwa pendekatan berbasis data menjadi fondasi utama program.

Menurut dia, penanganan stunting tidak cukup mengandalkan distribusi bantuan fisik, tetapi memerlukan ekosistem data terintegrasi agar intervensi yang dilakukan dapat diukur efektivitasnya secara real-time dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 21,5%.

Angka tersebut menunjukkan sekitar satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi hingga 14% sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan kesehatan nasional.

Dalam konteks tersebut, Telkom memosisikan Stunting Action Hub sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Platform ini dirancang untuk membantu pencatatan kondisi anak penerima manfaat secara berkala, termasuk riwayat intervensi yang telah diberikan. 

Dengan sistem digital, proses evaluasi tidak lagi bergantung pada pencatatan manual yang berisiko terfragmentasi.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Mantan Kasipenkum Kejati Jakarta Jabat Kajari Aceh Singkil

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:40

Walkot Semarang Dorong Sinergi dengan ISEI Lewat Program Waras Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:18

Wasiat Terakhir Founding Fathers

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:05

Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tambora Alami Tekanan Mental

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:53

98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:40

Bos PT QSS jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:20

KPK Dinilai Belum Utuh Baca Peta Kasus Blueray Cargo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:55

Empat WN China Diduga Pelaku Penipuan Online Ditangkap Imigrasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:30

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Era Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:16

Pidato Prabowo di DPR Upaya Konkret Membumikan Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 22 Mei 2026 | 01:55

Selengkapnya